Memprihatinkan, Angka Stunting Sumedang di Atas Rata-Rata Nasional

Daerah

Kamis, 16 Januari 2020 | 18:14 WIB

200116181403-mempr.jpg

Ade Hadeli

Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir

POTRET stunting di Kabupaten Sumedang dianggap sangat memperihatinkan karena masih berada di atas rata-rata Nasional dan Jawa Barat. Berdasarkan data awal di tahun 2018 angkanya berada di 32 persen.

Sementara di Jawa Barat sendiri, tercatat ada 29,9 persen atau 2,7 juta balita yang terkena stunting. "Angka 32 persen tersebut mengindikasikan bahwa dari 100 bayi di Sumedang, sebanyak 32 orang di antaranya mengalami stunting," ungkap Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, pada acara Rembug Stunting, bertempat di Gedung Negara, Kamis (16/1/2020).

Untuk mengatasi stunting, kata DOny, tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah semata. Tetapi seluruh komponen harus terlibat secara aktif. Karena kehadiran pemerintah saja tidak akan ada artinya tanpa dukungan dari masyarakat.

Menurut Dony, kegiatan Rembug Stunting dipandang sangat strategis untuk memadukan seluruh komponen agar bersinergi dan berkomitmen guna membulatkan niat dan tekad menjadi bagian solusi, mengatasi stunting di Kabupaten Sumedang.

Untuk itulah konsep pembangunan yang dipakai adalah konsep pentahelix, yang memuat lima unsur. Yaitu akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media.
"Jika kelima unsur ini bersatu Insya Allah segala permasalahan apapun bisa diatasi," ujarnya.

Lebih lanjut Dony menambahkan, mengatasi stunting adalah bagian dari mewujudkan generasi yang kuat lahir dan batin. Apalagi menurutnya, investasi SDM akan menjadikan generasi emas pada Tahun 2025.

"Generasi emas harus dimulai dari SDM yang unggul dan berdaya saing. Mudah-mudahan stunting di Sumedang bisa diatasi bersama, dengan berbagai program dan kegiatan, baik dari pemerintah daerah maupun program dari komponen masyarakat lainnya," harapnya.

Setidaknya, lanjut Dony, ada delapan aksi konvergensi stunting. Aksi pertama adalah analisa situasi. Kedua, rencana kegiatan. Ketiga, rembug stunting. Keempat, Perbup tentang peran desa. Kelima, kader pembangunan manusia. Keenam, manajemen data. Ketujuh, pengukuran dan publikasi. Kedelapan, riview kinerja tahunan.

Bupati pun menargetkan, angka stunting di Sumedang turun dari tahun 2018 sampai dengan 2023. "Tahun 2020 ini kami targetkan stunting ada di angka 26 persen. Sehingga nanti di tahun 2023 kami menargetkan ada di angka 17 persen," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Dony menyebutkan ada 25 desa di Kabupaten Sumedang yang berisiko stunting dan 10 desa prioritas pencegahan stunting. Kesepuluh desa tersebut yakni Desa Ciawitali Kecamatan Buahdua, Desa Suriamedal Kecamatan Surian, Desa Cibungur Kecamatan Rancakalong, Desa Kadakajaya Kecamatan Tanjungsari, Desa Tanjungwangi Kecamatan Tanjungmedar, Desa Cijambu Kecamatan Tanjungsari, Desa Pangadegan Kecamatan Rancakalong, Desa Tanjungmedar Kecamatan Tanjungmedar, Desa Kamal Kecamatan Tanjungmedar dan Desa Sukasirnarasa Kecamatan Rancakalong.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA