Material Longsor Tutup Akses Dua Desa Di Sodonghilir Tasikmalaya

Daerah

Rabu, 15 Januari 2020 | 17:17 WIB

200115171928-mater.jpg

Septian Danardi

Warga bersama Unsur Muspika Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, bersihkan material longsoran yang menutuskan akses jalan dua desa.

ASCA diterjang banjir dan longsor, Selasa (14/1/2019) malam sekitar pukul 19.00 WIB, warga bersama anggota TNI-Polri bergotong-royong membersihkan jalan Desa Sukabakti, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (15/1/2020).

Jalan Desa yang tertutup material longsoran tanah sepanjang kurang lebih 200 meter dengan ketebalan tanah sekitar 50 cm sampai 1 meter. Akses dua desa yakni Desa Sukabakti dan Desa Sodonghilir Kecamatan Sodonghilir, sempat terputus.

Danramil 1223/Sodonghilir Letda Inf Mirhamdi Siregar menyebutkan, kegiatan gotong royong bersama masyarakat pasca bencana tanah longsor itu, dilakukan guna membuka akses yang terputus. Sehingga aktifitas warga tidak terganggu. Terutama, jalur tersebut sebagai jalur yang digunakan warga dalam aktifitas perekonomian warga.

Dikatakannya, personel yang diterjunkan dengan kekuatan lebih kurang 50 orang, di antaranya dari Koramil dan Polsek Sodonghilir, petugas kecamatan, petugas Desa Sukabakti, BPBD Kabupaten Tasikmalaya, relawan dan warga masyarakat.

Salah satu warga Sukabakti, Cucu (43) menyebutkan, kawasan tersebut kerap terjadi longsor jika diguyur hujan. Meski tidak setiap longsoran tanah menutupi jalan. Namun kondisi tanah yang labil dikhawatirkan ambruk dan menimpa warga yang sedang melintasi jalan.

"Untuk akses warga dua desa itu, harus menggunakan jalan lain dengan memutar. Jalan lebih jauh dan memakan waktu yang cukup lama karena akses jalan kondisinya kurang bagus," katanya.

Camat Sodonghilir Arif Fitriadi mengemukakan, hadirnya Muspika Kecamatan Sodonghilir dalam melaksanaan kegiatan gotong royong tersebut, memperlihatkan bahwa Muspika Sodonghilir kompak dan solid.

Dikatakannya, gotong royong dilakukan untuk mempercepat dalam pengerjaan membersihkan material longsoran tanah yang menimbun jalan penghubung Desa Sukabakti dan Desa Sodonghilir.

Dalam kejadian longsor itu, kata Arif, tidak ada korban, akan tetapi tanah yang menimbun jalan sempat menghambat perekonomian warga, karena akses terputus.

"Warga diimbau untuk waspada jika melintasi jalan yang tebing penyangga jalan yang curam, sebab curah hujan tinggi. Sehingga bisa terhindar dari bahaya bencana longsor," katanya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA