Profesi Guru Mulia Sebagai Orang yang Memberikan Pengajaran pada Generasi Penerus Bangsa

Daerah

Rabu, 15 Januari 2020 | 16:34 WIB

200115163500-profe.jpg

BUPATI Sumedang H. Dony Ahmad Munir, menyatakan bahwa profesi guru merupakan profesi yang mulia karena memberikan pengajaran dan arahan pada anak didiknya, sebagai generasi penerus bsngsa.

Hal itu disampaikan Dony, saat memberikan sambutan pada acara pemberian penghargaan  "Vidya Caryena" Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang tahun 2020, bertempat di Gedung Islamic Center, Jalan Kutama, Sumedang, Rabu (15/1/2020).

Ajang penghargaan itu,  untuk yang pertama kali digelar, dan  ditujukan bagi 48 insan yang bergelut di dunia pendidikan serta tokoh yang memajukan pendidikan Kabupaten Sumedang.

Turut hadir pada acara itu Kapolres Sumedang AKBP Dwi Indra Laksmana, Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan, Sekda Sumedang Herman Suryatman, serta sejumlah undangan.

Bupati mengapresiasi pihak Dinas Pendidikan, yang telah peduli penuh serta berkotribusi dalam memberikan yang terbaik untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Sumedang.

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat luar biasa, kreatif ,dan penuh makna. Diharapkan kegiatan seperti itu, bisa menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja  di dunia pendidikan,  dan menjadi bagian konsolidasi kekuatan yang ada di Kabupaten Sumedang.

Sebut Dony, berbagai masalah di bidang pendidikan masih banyak dihadapi Pemerintah Kabupaten Sumedang. Seperti usia rata-rata sekolah masih rendah, lama sekolah hanya sampai kelas 2 SMP, angka harapan sekolah dan  indeks minat baca masih rendah, serta kualitas dan kompetensi guru.

"Tentunya kita harus menjadi bagian solusi dalam peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumedang. Guru dapat menambah kualitas kerjanya. Sarana prasana harus terus ditingkatkan dan diperbaiki. Kemudian kurikulum harus ditingkatkan lagi dan budi pekerti, moral dan ahlak lebih ditingkatkan. Oleh karena itu,  penghargaan yang diberikan tersebut menjadi salah satu solusi dalam mengatasi masalah pendidikan di Kabupaten Sumedang," ujarnya.

Ketua Pelaksana Dian Sukmara, kegiatan tersebut bertemakan "Guru Kompeten Membangun Generasi Cerdas Eksotik untuk Sumedang Simpati 2023".

"Cerdas adalah konsensus nasional dan bukanlah semata-mata intelejensi dan intelektual tapi cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan nafsunya dan hanya bekerja untuk pendidikan yang lebih maju," ujarnya.

Sedangkan eksotik, lanjutnya, adalah kepanjangan dari ekpresif, soleh dan beretika.
Mengacu pada Visi Sumedang Simpati maka selayaknya Cerdas dikembalikan kepada pondasi amal. "Maka dari itu, saya mengambil nama Eksotik yang bukan sekadar nama dan konsep. Tapi sebuah ekspresi, pendirian, keistimewaan dan keunggulan dalam membangun pendidikan di Kabupaten Sumedang," katanya.

Penghargaan Vidya Caryena itu,  diberikan kepada para purna bakti dan alih tugas, mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, tokoh pendidikan, kategori jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, kategori pengawas, kepala sekolah, guru. "Hari ini ada 48 orang yang menerima penghargaan tersebut," kata Dian.

 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA