Terus Dikeluhkan Warga, Pemkab Garut Bakal Beli 100 Ribu Blanko KTP-el

Daerah

Senin, 13 Januari 2020 | 20:51 WIB

200113204951-terus.jpg

Agus Somantri

Bupati Garut, Rudy Gunawan meninjau ruangan di Kantor Disdukapil Garut, Senin (13/1/2020).

MASYARAKAT Kabupaten Garut masih kesulitan untuk mendapatkan KTP Elektronik. Tidak adanya Blanko (KTP) di Kecamatan atau Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Garut masih menjadi alasan klasik.

Agus (30), warga Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut mengatakan, sudah hampir satu tahun lebih dirinya belum mendapatkan KTP Elektronik. Meskipun telah melakukan perekaman di kantor kecamatan setempat, karena blankonya kosong ia pun hanya mendapat surat keterangan (suket).

"Saya diminta untuk menunggu blanko, tapi sampai sekarang saya tanya ke kecamatan masih belum ada juga. Malah sama orang kecamatan disuruh datang ke kantor Capil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) di Garut," ujarnya saat sedang mengantre di Kantor Disdukcapil Garut, Jalan Patriot, Kabupaten Garut, Senin (13/1/2020).

Menurut Agus, karena ingin segera memiliki KTP elektronik, ia pun rela berkendara dengan menempuh jarak sejauh 40 kilometer dari Singajaya ke Kantor Disdukcapil di Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul. Ia berangkat dari rumahnya di Singajaya sekitar pukul 04.30 dan tiba di Kantor Disdukcapil Garut sekitar pukul 07.00 WIB.

"Tapi pas sampai sini (kantor Disdukcapil) malah enggak dapat nomor antrean. Katanya disuruh datang besok lagi. Padahal saya sangat butuh sekali KTP elektronik buat lamaran kerja," ucapnya.

Bupati Garut, Rudy Gunawan membenarkan masih kurangnya blanko KTP elektronik di Kabupaten Garut. Bahkan, ia juga mengaku banyak menerima keluhan dari masyarakat terkait hal tersebut.

"Saat ini per bulannya pusat paling hanya memasok 5 ribu blanko ke Garut. Sehingga banyak warga yang menunggu lama untuk mendapat KTP elektronik," ujarnya usai meresmikan Kantor Disdukcapil di Jalan Patriot, Senin (13/1/2020).

Akibatnya, terang Rudy, masyarakat banyak yang tidak kebagian blanko karena di Kantor Disdukcapilnya memang tidak ada blanko atau kosong. "Jadi (ketika mendaftar) ada yang langsung dapat blanko, ada yang harus nunggu," ucapnya.

Karena itu, lanjut Rudy, pada tahun ini pihaknya akan membeli 100 ribu blanko KTP elektronik ke pemerintah pusat. Pihaknya akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1 miliar.

"Baru boleh tahun ini beli blanko ke pusat. Makanya nanti kami mau beli dan akan dianggarkan di perubahan," katanya.

Rudy menyebutkan, bila nanti sudah terpenuhi kouta minimal 2500 per Kecamatan, maka masyarakat tidak perlu lagi untuk datang ke Disdukcapil. "Sudah aman kalau jumlahnya segitu. Bisa bikin di kecamatan juga," ujarnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA