Pemkab Subang Tunggak Rekanan Rp 51 Milyar

Daerah

Senin, 13 Januari 2020 | 14:08 WIB

200113135927-pemka.jpg

Dally Kardilan

Sekda Subang, H.Aminudin

HINGGA pertengahan bulan Januari ini, Pemkab Subang masih belum melunasi rekanan atau pemborong yang telah menyelesaikan pekerjaan tahun anggaran 2019. Jumlahnya tak tanggung-tanggung mencapai Rp 51 milyar. Hal ini diakibatkan kosongnya dana yang ada dikas Pemkab Subang.

DPRD Subang sendiri yang menerima keluhan dari perwakilan rekanan tak bisa berbuat apa-apa. Bahkan sudah melakukan konsultasi langsung ke Kemendagri untuk mencari solusi agar hutang pembayaran proyek pekerjaan 2019 bisa dibayar oleh Pemkab Subang.

“Setelah kita konsultasi permasalah gagal bayar, Mendagri menyarankan untuk segera Bupati Subang mengeluarkan SK Surat Pengakuan Hutang. Dengan SK itu sebagai langkah hingga dimasukan dalam Anggaran Perubahan APBD 2020,,” kata Wakil Ketua DPRD Subang, H.Aceng Kudus kepada wartawan, Senin (13/1/2020).

Sekda Subang, H.Aminuddin yang ditanya usai memimpin apel mengakui kondisi tersebut dan pihaknya menyatakan kalau dalam perencanaan untuk tahun 2019 dilaksanakan pada tahun 2018 sudah maksimal dan pada saat itu ada tim sinkronisasi dan optimalisasi.

Dirinya beralasan, gagal bayar tidak hanya terjadi di Subang saja tetapi juga beberapa daerah lain karena ada penundaan transfer dari pusat. “Kita akan bayar masalah utang terhadap pihak ketiga itu kalau dana transfer dari pusat sudah ada," katanya.

Pihak Pemkab Subang sudah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan kementerian, termasuk tim pun untuk kedua kalimya ke Kemendagri agar ada solusi penyelesaian dan penyiasatan bagaimana regulasinya.

“Pada kesempatan ini saya sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan mohon menunggu, mudah-mudahan ujian ini bisa kita lalui. Intinya akan kita koordinasikan dan komunikasi,” pungkasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA