Awal 2020, Dua Warga Ciamis Meninggal Akibat DBD

Daerah

Kamis, 9 Januari 2020 | 14:27 WIB

200109142902-awal-.jpg

Pepi Irawan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dr Yoyo Kusmana

DUA warga Dusun Sukamenak RT10/11 Desa Mekarmukti, Kecamatan Cisaga meninggal dunia akibat serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Keduanya Arip (19) dan Lola (16) sempat dirawat di RSUD Banjar. Dengan meninggalnya Lola (16), menambah panjang deretan warga Cisaga yang menjadi korban gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini. Yahya (65) orangtua korban saat ditemui di rumah duka mengatakan, putri pertamanya yang terserang demam dibawa berobat ke Puskesmas Cisaga dan hanya diberi obat penurun panas. Namun karena demam yang dialaminya tidak kunjung turun, akhirnya orang tua korban membawa Lola  ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Banjar. "Ya waktu itu, saya sempat membawa anak saya ke Puskesmas Cisaga namun di Puskesmas hanya dikasih obat demam biasa, sehingga sehari di rumah panasnya tak kunjung turun. Akhirnya, saya membawa anak saya ke RSUD, dan sempat dirawat selama 4 hari, namun Allah berhendak lain sehingga anak saya harus meninggal dunia karena deman yang semakin tinggi," jelasnya, Kamis (8/1/2020) Sementara itu, Ketua RT 10/11, Eden melalui sambungan telepon mengatakan,  dirinya tengah berada di UGD RSUD Kota Banjar karena anaknyapun terkena DBD. “Anak saya juga dua – duanya kena demam tinggi, tadi subuh kami bawa ke rumah sakit,” katanya. Masih kata Eden, lebih dari 10 orang warganya diserang nyamuk DBD, bahkan ada dua orang warga yang meninggal dunia. "Sementara korban lainnya saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Banjar termasuk anak saya,” ungkapnya. Diakui Eden, pihaknya dengan adanya  wabah DBD ini sudah dilaporkan kepihak UPTD Puskesmas Cisaga untuk segera diambil tindakan. Di tempat diterpisah, Kepala Dinas Kesehatan Ciamis dr Yoyo membenarkan adanya 2 warga Ciamis meninggal dunia akibat DBD, lebih jelasnya terserang Dengue Shock Sindrome (DSS). Dua orang tersebut Arip (19) dan Lola (16) berasal dari Dusun Sukamenak, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis. Keduanya dirawat dan meninggal di RSUD Banjar. "Benar ada dua warga Ciamis meninggal karena dengue shock sindrome (DSS)," ujar Yoyo saat ditemui di kantornya, Jalan Iwa Kusumasomantri, Kamis. Selain pasien meninggal, Dinas Kesehatan mencatat selama Januari 2020 ini ada 12 laporan warga terkena DBD, 4 orang masih dirawat di rumah sakit. Yoyo menjelaskan, di Kabupaten Ciamis sedikitnya ada 9 Kecamatan termasuk endemik DBD, yakni Kecamatan Ciamis, Cijeungjing, Cisaga, Banjarsari, Baregbeg, Kawali, Cipaku, Panumbangan dan Sindangkasih. "Memang setiap tahun, di wilayah tersebut ada kasus DBD. Sebetulnya kami sudah menyebar edaran sebelum musim hujan terkait pencegahan terjangkit penyakit lingkungan, hanya memang perlu ditingkatkan penerapannya," jelas Yoyo. Dengan adanya kejadian dua warga meninggal akibat DBD, Dinkes Ciamis akan melakukan intervensi pengasapan dengan dua siklus dan abatisasi. Supaya bisa membasmi telur hingga nyamuk dewasa. Sejauh ini Dinkes belum mengeluarkan kejadian luar biasa (KLB). "Kami mengajak kepada masyarakat untuk secara kontinyu meniadakan tempat-tempat yang berpotensi nyamuk berkembang biak. Terutama saat musim hujan sekarang. Untuk pengasapan, warga bisa melapor ke Puskesmas disertai data," pungkasnya. .

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA