PVMBG Teliti Pergerakan Tanah di Puspahiang Tasikmalaya

Daerah

Jumat, 13 Desember 2019 | 18:15 WIB

191213181159-pvmbg.jpg

Septian Danardi

Babinsa Koramil Salawu dampingi Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung untuk penelitan pergerakan tanah di Pusparahayu, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (13/12/2019).

PERGERAKAN tanah yang menimpa empat dusun di Desa Pusparahayu, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, terus dipantau. Pasalnya intensitas hujan yang tinggi dikhawatirkan akan mendorong pergerakan tanah meluas dan memakan korban.

Untuk lebih mengetahui lebih dalam soal pergerakan tanah itu, Tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung mendatangi lokasi. Tim didampingi oleh Babinsa Koramil Salawu.

Selama dua hari, tim dikawal dalam pemantauan serta penelitian pergeseran tanah di kedusunan Pendir RW 04 Desa Pusparahayu kecamatan Puspahiang. Yakni di Kampung Sindanglengo RT 01, Kampung Cigadung RT 02, Kampung Burujul RT 03 dab Kampung Jajaway RT 04.

Berdasarkan data, akibat pergeseran tanah tersebut yang terdampak ada sebanyak 142 rumah, 2 musola dan 2 masjid. Sementara sebanyak 436 jiwa menghuni rumah yang terdampak tersebut.

"Babinsa mendampingi tim dari PVMBG Bandung menghimpun bahan penelitian terjadinya pergeseran tanah, penelitian lanjutan dengan menggunakan drone untuk mendapatkan foto udara," kata Danramil 1222/Salawu, Kapten Cba Lulus R, Jumat (13/12/2019).

Dikatakannya, penerbangan drone dari titik perbatasan kampung Cigadung-Burujul, lapangan Burujul dan Kampung Jajaway serta membawa sampel tanah dan batu untuk diteliti atau diolah di kantor PVMBG.

Dari informasi PVMBG, kata Lulus, drainase air untuk menyalurkan air hujan harus dibenahi. Supaya air tidak meresap di pemukiman warga, sebab tanah dikawasan atau area empat dusun yang terdampak mengandung lempung. Selain itu, rumah waraga berada di dekat tebing.

"Diharapkan warga selalu waspada, karena intensitas hujan sangat tinggi. Apalagi menjelang malam, jangan terlalu lelap tidur sebaiknya digalakkan Siskamling," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA