Bangunan SD di Subang Alami Kerusakan, Lokasinya Ada yang di Kampung Halaman Bupati

Daerah

Rabu, 11 Desember 2019 | 14:51 WIB

191211145018-bangu.jpeg

Dally Kardilan

Kondisi salah satu bangunan Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Subang yang mengalami kerusakan berat. Foto diambil Rabu (11/12/2019).

KONDISI bangunan sekolah dasar (SD), terutama yang berstatus negeri di wilayah Kabupaten Subang banyak yang memprihatinkan. Bahkan jumlahnya mencapai 30 persen dari total 876 SD negeri dan swasta.

Mirisnya, dari ratusan sekolah yang rusak itu, ada beberapa di antaranya yang berlokasi tidak jauh dari kampung halaman Bupati Subang, H. Ruhimat.

"Memang ada sekolah yang mencengangkan karena rusak dan berada di Kampung Cigebang, Desa Talagasari, Kecamatan Serangpanjang. itu wilayahnya pak Bupati," kata Camat Serangpanjang, Indri Tandia, saat dihubungi Rabu (11/12/2019).

Di lokasi tersebut, ujar Indri, sekolah hanya memiliki siswa 60 anak. Para siswanya pun sempat belajar di lantai. Bahkan sekolah itu sama sekali tak punya toilet, serta tiang bendera terbuat dari bambu.

"Tapi sudah sebulan yang lalu dilaporkan ke Dinas, BP4D dan Dinas PUPR. Jadi bukan hanya SD tersebut, tetapi ada 7 sekolah dasar lainnya yang memiliki kondisi serupa," ujarnya.

Masalah tersebut mencuatnya setelah seorang mahasiswa Universitas Subang, Vevia Oktaviani Budianysah mengauplod keberadaan SDN Cinta Warna yang berlokasi di Kampung Cigebang, RT 13/RW 05, Desa Talagasari, Kecamatan Serangpanjang. Dari 60 orang kelas I-VI, mereka belajar di lantai. Pasalnya meja dan bangku tidak sanggup untuk menampung murid yang belajar. Belum lagi fasilitas dan sarana prasarana yang jauh dari layak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, H. E. Kusdinar membenarkan kalau hingga akhir tahun ini masih tercatat sekira 262 sekolah negeri maupun swasta dalam kondisi rusak berat, sedang maupun ringan.
"Jumlahnya memang masih banyak, sekitar 30 persennya dari jumlah sekolah dasar sebanyak 876 SD, negeri dan swasta," kata Kusdinar.

Untuk itulah pihaknya terus berusaha melengkapi sarana dan rehabilitasi termasuk bangun baru sekolah dasar dan sekolah menengah. Hanya saja untuk anggaran dari APBD Kabupaten dipastikan minim, tetapi telah berusaha melalui Provinsi dan Pusat.

"Kami pun sudah melayangkan permohonan melalu dana alokasi khusus, yaitu dari APBN sebesar Rp 100 miliar di Tahun 2020 untuk perbaikan 500 ruangan kelas SD dan SMP," jelasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA