Satgas Pangan Ciamis Masih Temukan Mi dan Ikan Asin Mangandung Zat Kimia Berbahaya

Daerah

Rabu, 11 Desember 2019 | 11:28 WIB

191211112946-satga.jpg

Pepi Irawan

Tim Satgas Pangan Polres Ciamis saat memeriksa makanan di Pasar Manis Ciamis.

SATGAS Pangan Polres Ciamis melakukan operasi pasar jelang perayaan hari raya Natal tahun 2019  dan menyambut Tahun Baru 2020. Operasi pasar SEBAGAI UPAYA mencegah terjadinya lonjakan harga dan penimbunan bahan pangan

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso  mengatakan, operasi pasar merupakan tugas pokok yang rutin dilakukan Satgas Pangan Polres  menjelang Natal dan Tahun Baru.

"Saat ini Satgas Pangan bekerja sebagaimana tugas pokonya untuk menjaga kesetabilan harga saat Natal dan Tahun Baru 2020," kata Kapolres  AKBP Bismo Teguh Prakoso, Rabu (11/11/2019).

Bismo menejelaskan, dalam melakukan operasi pasar, Satgas Pangan Polres bekerja sama dengan Dinas Perdagangan, BPOM  Pertanian, Bulog.

Berdasarkan hasil sementara operasi pasar, harga bahan pokok di pasar masih bisa dikatakan stabil.

"Sampai dengan hari ini beberapa harga bahan pokok masih dalam kondisi stabil dan tidak ada kendala." ungkapnya.

Namun,kata Bismo Tim Satgas pangan menemukan beberapa makanan dan bahan pokok seperti kerupuk, mi dan ikan asin yang mengandung Formalin dan Borak.

"Berdasarkan hasil operasi pasar tim Satgas Pangan menemukan beberapa makanan yang mengadung Borak dan Formali serta bahan pewarna kain.Terutama dalam ikan teri nasi sangat tinggi bahan kandungan formalinya," tegasnya.

Kapolres juga mengimbau, kepada pedagang untuk tidak melakukan praktik penimbunan dan menaikan harga jelang Natal dan Tahun Baru, karena dapat dikategorikan sebagai bentuk pelangggaran terhadap Undang-undang Nomor 12 Tahun 2018.

"Selain itu, pada pedagang diimbau untuk menjual bahan pokok sesuai dengan kualitasnya. Jika tidak akan melanggar UU Perlindungan Konsumen dan UU tentang Perdagangan," katanya.

Kapolres juga meminta kepada kesadaranya kepada para pedagang untuk tidak menjual makanan seperti kerupuk, lapis asin yang mengandung borak dan formalin karena itu sangat merugikan masyarakat.

"Dalam jangka panjang itu kan sangat berakibat fatal kepada mereka yang mengkonsumsinya karena secara akimulasi bisa mengakibatkan kanker," katanya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA