Tak Satupun Pejabat di Subang Periksa HIV/AIDS

Daerah

Senin, 9 Desember 2019 | 15:04 WIB

191209150522-tak-s.jpeg

Dally Kardilan

PUNCAK peringatan Hari AIDS Sedunia tingkat Kabupaten Subang digelar di Halaman Pemkab dan Alun-Alun Subang, Senin (9/12/2019). Kegiatan tersebut diisi hiburan dan pelayanan pemeriksaan atau tes HIV/AIDS.

Selain grup Band Kalabang dari Lapas Kelas IIA dengan pemain warga binaan memperlihatkan kebolehannya, juga ditampilkan kabaret dan organ tunggal. Sebelumnya diberikan berbagai penghargaan kepada perusahaan dan lembaga serta perorangan dari bupati serta dilanjut gerak jalan dan sosialisasi.

Hanya saja stan khusus pemeriksaan darah dari Dinkes Subang sepi pengunjung. Apalagi pejabat yang datang. Tak ada satupun yang terlihat.

"Kalau ibu Bupati minta diperiksa, tapi pejabatnya sendiri tidak ada," ujar Suwata, Manajer Program HIV/AIDS Dinkes Subang, di sela kegiatan.

Hingga siang jumlah yang diambil darah sebanyak 37 orang dan kebanyakan wanita, sedangkan laki-lakinya hanya 2 orang. Padahal perkembangan kasus ini kebanyakan laki-laki seperti temuan selama tahun 2019.

"Kami sekarang lebih banyak menyasar ke masyarakat umum untuk membuktikan banyaknya temuan dari kaum Adam. Jadi disayangkan bila kaum laki-laki kurang berminat, termasuk dari rekan ASN," ujarnya.

Bupati Subang, H.Ruhimat sendiri berharap semua untuk ikut berupaya menanggulangi dan menekan perkembangan HIV/AIDS. "Kita pun tidak boleh menjauhi dan memberikan stigma negatif kepada penderita tetapi rangkul orangnya jauhi penyakitnya. HIV/AIDS tidak bisa diketahui kecuali periksakan diri," katanya.

Ketua Harian KPA Subang, H. Aminudin mengatakan, kasus yang terindikasi dan tercatat secara akumulasi sejak tahun 1999 sampai dengan bulan Juni tahun 2019 di Kabupaten Subang berjumlah sebanyak 1970 orang. Posisi itu ke tujuh di Jawa Barat.

Sedangkan yang terkena HIV/AIDS, rata-rata di usia 15 hingga 49 tahun atau merupakan usia produktif mencapai yang 93,8 persen. Penyebarannya melalui hubungan seksual, maupun homoseksual sebesar 5 persen, pengguna narkotika suntik 4 persen, dan penularan ibu ke bayi pada saat proses kehamilan melahirkan dan menyusui.

Sedangkan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Subang, berjumlah sebanyak 572 orang, ibu rumah tangga 381 orang, buruh 277 orang, wiraswasta 211 seorang, warga binaan lapas 66 orang, 66 orang anak, warga tidak bekerja 36 orang, sopir 36 orang, petani 36 orang, TKI 21 orang, PNS 15 orang, pelajar 9 orang, penata kecantikan 9 orang, pelayan 8 orang, mahasiswa 5 orang, TNI dan Polri 5 orang, pekerja seni satu orang, dosen 1 orang, dan Satpam 2 orang.

"Penyebab utama terjadinya wabah ini tidak menutup kemungkinan karena faktor ekonomi dan faktor sosial lainnya sehingga bila dibiarkan tidak mustahil akan menimbulkan bencana bagi generasi muda," kata Aminudin yang juga Sekda Subang.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA