Tengah Rakor, Ratusan Pejabat Pemkab Sumedang Digiring Tes Urine

Daerah

Senin, 9 Desember 2019 | 14:39 WIB

191209144039-tenga.jpg

Ade Hadeli

RATUSAN pejabat eslon II dan III yang memenuhi undangan Bupati Sumedang H.Dony Ahmad Munir, untuk mengikuti rapat koordinasi (rakor) pemerintahan bertempat di Gedung Negara, Senin (9/12/2019), dibuat terkejut. Pasalnya, di sela acara berlangsung, tiba-tiba digiring ke suatu ruangan untuk menjalani tes urine.

Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir mengatakan, sengaja merahasiakan tes urine tersebut. Kegiatan itu bekerja sama dengan BNNK (Badan Narkotika Nasional Kabupaten) dan Satresnarkoba Polres Sumedang.  

"Tes urine ini sebagai upaya kami bersama pihak terkait untuk memastikan para pejabat  termasuk Bupati dan Wakil Bupati bersih dari penggunaan narkoba. Maka dari itu, sengaja kegiatan ini kami rahasiakan," ujarnya.

Kalau pun sempat ada yang terlihat terkejut sangat wajar. Apalagi tiba-tiba mereka disuruh tes urine dan dikawal ketat aparat. Sebagian mereka mungkin saja kesulitan untuk mengeluarkan urine.

"Tapi kami pastikan, seluruh  pejabat yang hadir ikut menjalani tes urine," katanya.

Menurut Donny, jika dalam hasil assessment  ada yang terbukti positif mengkonsumsi narkoba,  maka akan ada konsekuensinya.

"Aturannya sudah jelas bagi penyalahguna narkotika.  Karena itu, jka dalam hasil assessment itu ada yang terindikasi  menggunakan narkoba, harus siap menerima konksekuensinya," tandas Dony.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Sumedang, AKP Idan Wahyudin menjelaskan, kegiatan tes urine mendadak ini atas inisiatif dari Bupati Sumedang.

Menurutnya, jika nantinya ada pejabat yang terindikasi menggunakan narkoba, maka hasil tes urin itu akan diserahkan kepada Bupati.

"Kegiatan tes urine ini, untuk yang ketiga kalinya di Pemkab Sumedang.  Dengan tujuan ASN, khususnya para pejabat Sumedang terbebas dari pengaruh narkoba," katanya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA