Peluang Pariwisata Jawa Barat Sebagai Penggerak Ekonomi

Daerah

Minggu, 8 Desember 2019 | 19:37 WIB

191207092422-pelua.jpg

KALAU  dulu  hanya  ekspor komoditi hasil  industri  saja  yang dianggap  paling banyak menarik devisa, dewasa ini  hampir  semua negara  di  dunia berlomba  meraih  devisa melalui  pariwisata.

Caranya tidaklah terlalu sulit, yaitu berupaya menarik  wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak mungkin ke negara mereka. Sah-sah saja  jika kemudian cukup banyak negara di dunia, menggantungkan pertumbuhan dan perkembangan perekonomiannya pada sektor pariwisata,  seperti Perancis, Spanyol, Amerika Serikat, Italia, Inggris,  Cina, Hongkong, Singapura, dll. Bahkan  beberapa  tahun belakangan, negara Gajah Putih Thailand, mengandalkan  sektor pariwisatanya  untuk  dapat keluar dari himpitan  krisis ekonomi yang melanda negara tersebut.

Tak  heran jika kemudian sektor pariwisata  berkembang  menjadi suatu industri yang bersifat multidimensi. Artinya mampu  menjadi katalis bagi sektor-sektor lainnya, baik ekonomi, budaya, sosial, dll.  Bahkan sekarang ini harus diakui pariwisata telah menjadi

sebuah  industri  yang menduduki posisi sangat  penting  (vital), yang  dikelompokkan dalam  triples T industry, yakni meliputi transportation (transportasi), telecommunication (telekomunikasi), dan tourism (pariwisata). Pariwisata menjadi suatu  produk unggulan yang sangat menjanjikan di masa-masa kini dan akan datang, jika dikemas dengan sebaik-baiknya.

Betapa  tidak,  dari tahun ke tahun sektor ini  selalu  menjadi incaran  bagi  mereka  yang ingin  merasakan  kenikmatan  "surga dunia". Pertumbuhan dan perkembangan sektor ini pun dari waktu ke waktu semakin menunjukkan kinerja positif, seiring dengan kemajuan yang dialami oleh suatu negara. Kalau dulu orang hanya mengenal pariwisata yang sifatnya lokal,  kini  semakin  banyak orang  yang  mengetahui pariwisata yang sifatnya  mendunia. Tak heran  jika setiap tahun jumlah orang yang bepergian ke berbagai tempat di belahan dunia terus meningkat.

Dapat dibayangkan betapa besarnya "kue" yang disediakan  sektor pariwisata. Kondisi ini harus pula menjadi pemicu bagi pertumbuhan pariwisata di Jabar. Diberlakukannya otonomi  daerah  diharapkan  akan  dapat  meningkatkan peranan daerah untuk mengolah industri pariwisata daerahnya dengan lebih baik lagi, sehingga akan dapat mendukung perkembangan  pariwisata di  daerah.

Melihat  potensi  dan  masa  depan  industri  pariwisata yang kondusif tersebut, rasanya sangat disayangkan sekali jika Indonesia  tidak  mampu memanfaatkannya dengan optimal. Apalagi dalam situasi di mana mencari motor penggerak ekonomi semakin tidak mudah,  tentunya potensi industri pariwisata yang dapat dijadikan sebagai penggerak ekonomi semestinya ditangkap dengan cepat   sehingga  dapat  mempercepat pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA