Kesal Sering Dibully, Remaja Putri Nekat Mencoba Loncat dari Jembatan Cimanuk

Daerah

Kamis, 5 Desember 2019 | 20:42 WIB

191205203912-kesal.jpg

Agus Somantri

Kapolres Garut AKBP Dede Yudi Ferdiansah

SEORANG remaja putri berinisial F (15) nekat mencoba melakukan aksi bunuh diri di Jembatan Cimanuk, Jalan Perintis, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (5/12/2019). Beruntung upaya bunuh diri itu diketahui warga sehingga berhasil digagalkan.

Kapolres Garut, AKBP Dede Yudi Ferdiansah membenarkan adanya upaya bunuh diri yang dilakukan seorang remaja putri di wilayah hukumnya. Menurut dia, saat ini remaja putri tersebut sudah diamankan di Mapolsek Garut Kota.

"Iya, diamankan oleh warga, terus diserahkan kepada anggota kami yang sedang bertugas di sekitar lokasi," ujarnya, Kamis (5/12/2019).

Menurut Dede, selain dilakukan pendalaman, pembinaan, pemberian nasihat hingga mendata identitas, pihaknya juga langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut untuk mencari keluarganya.

Jani (42), salah seorang saksi menuturkan, awalnya ia tidak menduga jika keberadaan remaja putri di Jembatan Cimanuk itu untuk melakukan upaya bunuh diri. Awalnya Jani mengira perempuan muda tersebut sedang melihat orang yang terbawa arus air.

Namun tak lama kemudian, terang Jani, remaja putri itu terlihat bersiap akan meloncat karena posisinya sudah berada di bibir jembatan dan sudah melewati pagar pembatasnya. Jani juga melihat remaja putri tersebut dalam kondisi tengah menangis.

Ketika remaja putri itu dalam posisi hendak loncat dari atas jembatan, lanjut Jani, ia melihat ada seorang pemuda yang berupaya menyelamatkannya dengan langsung menangkap dan mengangkatnya dari atas jembatan.

"Saat ditangkap, perempuan itu sempat meronta-ronta dan menangis seperti tidak mau diselamatkan. Kemudian, oleh pemuda itu langsung dibawa kepada petugas kepolisian yang tengah melakukan pengaturan laluliintas di sekitar bundaran," ucapnya.

Sementara itu, F saat diperiksa di Mapolsek Garut Kota mengungkapkan alasan dirinya hendak melakukan upaya bunuh diri dengan cara meloncat dari atas jembatan Cimanuk. Sambil menangis, F bercerita, sebelum melakukan aksi itu ia sempat ditendang oleh salah satu temannnya tanpa alasan yang jelas. "Saya sedang duduk, tapi tiba-tiba ditendang begitu saja," katanya.

Bahkan sebelum mendapatkan perlakukan tersebut, F pun mengaku dirinya kerap menerima perlakuan kurang menyenangkan dari teman-temannya yang selama ini bergaul bersamanya di jalanan.

F yang sudah tinggal di jalanan Garut lebih dari satu tahun ini mengaku kerap menjadi korban bully dari teman-temannya. Upaya percobaan bunuh diri yang dilakukannya merupakan puncak dari kekesalan akibat seringnya dibully. "Padahal ada juga yang perempuan kayak saya, tapi mereka biasa saja," ucapnya.

F menuturkan, selama tinggal di Garut ia tinggal di jalanan dan kerap tidur di pinggir jalan bersama teman-temannya yang berasal dari beberapa daerah di Kabupaten Garut. F juga mengaku sempat punya rumah di Garut, namun kini sudah dijual setelah kedua orang tuanya bercerai.

Dia menyebut jika ibunya kini tinggal di Tasikmalaya. Namun F tidak mengetahui alamat jelasnya di mana. Sedangkan ayahnya, setelah bercerai dengan ibunya sudah menikah lagi dan tinggal di Bandung.

"Saya diturunkan sama ayah saya di Garut, sudah lebih dari satu tahun saya tinggal di jalanan Garut," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA