146 Rumah Rusak, Pergeseran Tanah di Tasikmalaya Dikhawatirkan Meluas

Daerah

Kamis, 5 Desember 2019 | 13:48 WIB

191205134905-146-r.jpg

Septian Danardi

Tim gabungan saat melakukan pendataan dan siaga bencana pasca terjadinya pergeseran tanah di Desa Pusparahayu, Kabupaten Tasikmalaya.

RATUSAN rumah warga di empat dusun di Desa Pusparahayu, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, yang mengalami retak-retak akibat pergeseran tanah. Camat Puspahiang, Zalkaf Drasma menyebutkan ada sebanyak 146 rumah yang mengalami rusak.

ia mengungkapkan, lebar retakan tanah itu menganganga hingga lebih dari tiga centimeter. Terutama di kawasan Kampung Babakan sebagai titik koordinat retakan secara kajian dari badan geologi. Kejadian pergeseran tanah itu sudah dilaporkan kepada Bupati melalui BPBD, masih menunggu pembahasan.

"Kami melakukan pendataan bersama relawan bencana Puspahiang dalam dua hari identifikasi kejadian yang terdampak. Kami laporkan kepada Bupati lewat BPBD. Kami juga mengimbau dan memberitahukan warga untuk waspada. Sebab baru 2 hari turun hujan dampaknya sudah lumayan besar, Aparat Desa dan Muspika Desa disarankan untuk melakukan peringatan dini," katanya, Kamis (5/12/2019).

Menurutnya, pergerakan tanah bisa saja terus meluas. Apalagi menghadapi musim penghujan kali ini. Sehingga warga harus mencari lokasi yang lebih aman.

"Warga diupayakan mengungsi ke titik lokasi yang ditentukan, terus kami pantau setiap hari. Namanya fenomena alam tidak bisa diprediksi. Kami mohon kepada BPBD menindaljuti surat kami," katanya.

Ia berharap, BPBD menurunkan tim ahli kepada tim geologi, ditindaklanjuti bagaimana langkah pemerintah kecamatan dan desa dalan melaksanakan pengamanan warganya.

Dari pantauan pihak pemerintah kecamatan di lapangan, pergerakan tanah banyak daerah kebun dan lapangan juga ikut terdampak.

"Kalau dilihat kasat mata di kawasan perkebunan tidak terlihat retakan. Kami harap bisa menurunkan tim geologi dan para ahlinya untuk menindaklanjuti peristiwa ini," katanya.

Kades Pusparahyu, Rahmat Nugraha mengatakan, pergerakan tanah di desa Pusparahayu sebagai zona merah. Pada tahun 2017 ada sebanyak 114 rumah yang mengalami kerusakan.

Sehingga Desa Pusparahayu ditetapkan sebagai zona merah dan dibentuk desa tangguh bencana.

Sedangkan Danramil 1222 Salawu, Kapten Cba Lulus R pasca bersama personil gabungan TNI-Polri dan BPBD, relawan bencana dan aparat desa serta sejumlah elemen masyarakat melaksanakan kesiapsiagaan pasca pergeseran tanah di kedusunan Pendir RW 04 Desa Pusparahayu yakni di Kampung Sindanglengo RT 01, Kampung Cigadung RT 02, Kampung Burujul RT 03 dan di Kampung jajaway RT 04.

"Meninjau lokasi dan memberikan sosialisasi dalam mengatasi penanggulangan bencana kepada masyarakat yang terdampak," katanya.

Dari hasil cek lokasi dan pendataan ada sebanyak 142 Rumah warga yang terdampak, 2 Mushola, 2 Mesjid dan sebanyak 436 jiwa yang terdampak.


Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA