Lewatkan Tawaran Beasiswa ke Luar Negeri, Dokter Cantik Ini Memilih Bekerja di Daerah Terpencil

Daerah

Rabu, 4 Desember 2019 | 17:39 WIB

191204173810-lewat.jpg

Robi Taufik Akbar

drg. Rizqa Arifin

FIGUR dokter cantik yang satu ini sepertinya patut mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Disaat dokter umum lainnya berkutat dengan profesi medisnya di daerah perkotaan, drg. Rizqa Arifin (25) lebih memilih untuk mengabdikan diri di tengah masyarakat daerah terpencil.

Ya, dokter lulusan dari Universitas Hasanuddin Makasar tersebut kini sedang mengabdikan dirinya di Puskesmas Cisewu, Kabupaten Garut. Gadis yang bekerja sebagai pegawai Nusantara Sehat (NS) sejak Desember 2018 dan berakhir pada November 2020 itu mendapat tugas di daerah terpencil Garut Selatan.

Sebelum mengabdikan dirinya di Garut Selatan lewat NS Kemenkes, Rizqa tercatat sebagai bagian dari keluarga besar maskapai Garuda Indonesia. Di maskapai pelat merah itu ia sudah mendapatkan posisi yang nyaman. Bahkan ia sempat mendapat tawaran beasiswa ke Luar Negeri.

Namun karena merasa pekerjaannya tidak sesuai dengan bidang yang digelutinya, akhirnya Rizqa memilih mendaftar di Kemenkes RI. Rizqa lebih tertarik mengikuti Program Nusantara Sehat dan berjuang untuk memberikan kesadaran tentang kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat terpencil.

"Setelah mendapat tugas dari Kemenkes, saya sangat antusias untuk berangkat ke Kabupaten Garut. Meskipun daerah ini cukup jauh, saya mendengar masyarakat di sini memiliki keunikan," tuturnya saat berbincang, Rabu (4/12/2019).

Ada hal lain yang membuat Rizqa tertatik dan tertantang untuk mengabdi di daerah terpencil. Ia pun memiliki impian besar mengubah kesehatan masyarakat.

"Saya ingin mengubah mindset masyarakat mengenai kesehatan. Sejalan dengan visi kami untuk melibatkan berbagai pihak lintas sektor untuk bergerak bersama mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera, kami ingin memperluas jangkauan panggilan ini kepada lebih banyak masyarakat Garut," paparnya.

Rizqa menuturkan, menjalani profesinya itu memang penuh dengan tantangan, terutama berkaitan dengan fasilitas. Meski minim fasilitas, Rizqa tak kehabisan akal. Ia banyak mengunjungi tempat yang tidak biasa. Baginya yang terpenting adalah memberikan kesehatan gigi dan mulut untuk masyarakat Kecamatan Cisewu.

Tak cuma itu, Rizqa juga rajin turun ke desa-desa di Kecamatan Cisewu untuk melakukan kegiatan menemui masyarakat. Tak berhenti disitu, Rizqa juga ikut mengajar di sekolah dan memberikan pengetahuan dasar tentang kesehatan gigi kepada siswa-siwi di sana.

Dikatakan Rizqa, banyak hal positif yang didapatkannya saat berada di tengah-tengah kelompok orang-orang yang jauh dari keramaian kota. Rizqa merasa nyaman dengan kondisi yang dijalaninya.

"Selain memenuhi tugas Kemenkes, motivasi awal saya adalah mencari pengalaman serta teman baru untuk kemudian memperoleh banyak ilmu pengetahuan pada setiap kegiatan. Saya juga bisa berbagi bersama mereka. Saya ingin berbagi pengetahuan kepada mereka sebab saya merasa miris pandangan masyarakat tentang pentingnya berobat ke dokter atau lembaga kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit," ungkapnya.

Apa yang dilakukan Rizqa selama ini akhirnya mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Garut. Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman memberikan apresiasi kepada Rizqa berkat upayanya meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan di Kecamatan Cisewu.

Dia mengatakan salah satu program kerja pemerintah pusat saat ini yang berorientasi pada peningkatan pelayanan di daerah-daerah terpencil menjadi kebijakan yang tepat.

"Sinergis dengan kebijakan pemerintah pusat terkait pencanangan terhadap sejumlah masyarakat di daerah-daerah terpencil akan sangat berdampak positif bagi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan. Khususnya hal-hal yang menyangkut pelayanan pada kebutuhan dasar warga khususnya kesehatan," tutur Helmi.

Ia juga mengamini jika tujuan program Nusantara Sehat adalah demi meningkatnya capaian target program puskesmas dan akses pelayanan kesehatan puskesmas. Selain tentunya penanganan permasalahan kesehatan lokal daerah, tercapainya pemenuhan tenaga kesehatan sesuai dengan standar, meningkatnya retensi tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas dan terselenggaranya pelayanan kesehatan yang terintegrasi.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA