Pelamar CPNS di Garut Capai 21 Ribu Orang

Daerah

Selasa, 3 Desember 2019 | 21:24 WIB

191203210656-pelam.jpg

dok

ilustrasi

JUMLAH pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Garut mencapai hingga 21 ribu orang lebih. Jumlah tersebut mengalami kenaikan hingga 10 kali lipat bila dibanding penerimaan CPNS pada periode sebelumnya.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Garut, Muhlis mengatakan, tingginya minat pelamar karena formasi CPNS di Garut dinilai cukup banyak. Untuk saat ini, kuota CPNS di Garut sebanyak 838.

"Pelamarnya memang banyak. Sampai penutupan pada 27 November lalu, total ada sebanyak 21.703 yang sudah memasukan datanya," ujarnya, Selasa (3/12/2019).

Menurut Muhlis, dari jumlah tersebut formasi guru paling banyak diminati yakni 11.892 pelamar. Disusul tenaga teknis sebanyak 4965 pelamar, dan tenaga kesehatan 4846 pelamar. Verifikasi sudah dilakukan sejak 28 November 2019 dan berakhir pada 12 Desember 2019.

Muhlis menyebutkan, hingga kini pihaknya masih melakukan proses verifikasi. Untuk kemudian hasilnya akan diplenokan di Panselda (panitia seleksi daerah). Pengumuman hasil seleksi administrasi ini akan dilakukan pada 16 Desember 2019 mendatang.

Ia menuturkan, verifikasi terhadap CPNS yang berjumlah 21.703 itu dilakukan oleh 30 verifikator dari staf BKD. Sebanyak 30 verifikator tersebut dibagi dalam dua shift. Setiap shift diisi oleh 15 verifikator yang bekerja selama delapan jam.

"Kami kebut terus untuk verifikasi ini. Tanggal 12 Desember harus selesai. Soalnya kan nanti yang lulus atau tidak (seleksi administrasi) akan diplenokan dulu sebelum diumumkan pada 16 Desember," katanya.

Diungkapkan Muhlis, banyaknya jumlah pelamar ini juga cukup memakan waktu untuk verifikasinya. Verifikasi dilakukan mulai pukul 07.30 hingga pukul 00.00 WIB. Bahkan diakui Muhlis, jika internetnya kurang bagus terkadang verifikasi dilakukan sampai pukul 03.00 dini hari.

"Ya terkadang sering sampai dini hari, biar cepat selesai verifikasinya," ucapnya.

Menurut Muhlis, verifikasi administrasi harus dilakukan dengan cermat. Setiap berkas diperiksa dan jika ada yang tak sesuai maka akan dipisahkan oleh verifikator. Tak jarang, saat melakukan verifikasi banyak pelamar yang tak sesuai memasukan berkas.

"Misal seperti pas foto yang tak sesuai. Kirim fotonya seluruh badan dengan gaya bebas. Jelas sudah tidak sesuai. Atau salah dalam menginput berkasnya," ujarnya.

Muhlis menilai, banyaknya pelamar yang membludak ke Garut, disamping kuota CPNS di Garut yang cukup banyak, juga karena tak ada batasan akreditasi kampus yang ditetapkan pemerintah.

"Kalau periode sebelumnya kan dibatasi akreditasi kampus itu minimal B. Tapi sekarang yang C juga bisa daftar. Jadi banyak yang ikut daftar sehingga membludak," katanya.

Muhlis menyebutkan, selain warga Garut, tak sedikit pelamar yang berasal dari luar kota Garut, seperti dari Jakarta, Bandung, Lampung, dan beberapa daerah lainnya baik dari Jawa Barat maupun luar Jawa Barat. "Meskipun memang lebih didominasi oleh warga Garut," ucapnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Deni Suherlan menyebutkan, kemungkinan pelaksanaan tes CPNS akan dilaksanakan di Tasikmalaya. Meskipun sebenarnya Pemkab Garut berkeinginan agar lokasi tes berada di Garut mengingat banyaknya jumlah pelamar yang mencapai puluhan ribu.

Namun jika dilaksanakan di Garut, terang Deni, Badan Kepegawaian Nasional (BKN) akan kesulitan menyiapkan peralatan dan sumber daya manusianya. Menurutnya, BKN hanya memiliki satu server untuk pelaksanaan tes di Priangan Timur.

"Sementara, servernya itu ada di Tasikmalaya. Jadi kalau tes nya dilaksanakan di Garut, kesulitannya itu di server," ujarnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA