Miris, Sejumlah Ruang Kelas SDN di Tasikmalaya Rawan Ambruk

Daerah

Selasa, 3 Desember 2019 | 18:53 WIB

191203185231-miris.jpg

Septian Danardi

Sejumlah siswa SDN Sirnasari Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya belajar di ruang kelas yang kondisinya cukup parah dan rawan ambruk, Selasa (3/12/2019).

KONDISI bangunan sekolah yang rusak terus bermunculan hampir disetiap kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya. Salah satunya ada di SDN Sirnasari yang berlokasi Kampung Rancapendeuy, Desa Sirnasari, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya.

Atap ruang kelas 4 yang sudah ditopang oleh sejumlah balok kayu ini diisi 17 orang murid. Mereka setiap hari harus belajar di bawah banyang-banyang kekhawatiran dan bahaya ruang kelas yang tiba-tiba ambruk.

Pihak sekolah mencoba menopangnya dengan harapan atap kelas yang telah lapuk ini tidak ambruk dan menimpa siswa dan guru yang sedang belajar. Topangan kayu diharapkan bisa bertahan lebih lama sebelum ada perbaikan.

"Setiap kali masuk kelas dan belajar, saya sama teman teman takut atap kelas ambruk. Kami berharap kelas kami segera diperbaiki, sehingga lebih nyaman dan aman," kata Nurul Aulia Putri, salah satu murid kelas IV SDN Sirnasari.

Sementara Guru kelas IV SDN Sirnasari, Sovie Fauzi Syarif mengatakan, pada saat belajar siswa kerap merasa was-was dan tidak tenang. Pasalnya, saat kegiatan belajar mengajar (KBM) pernah juga plafon berjatuhan dari atap kelas. Sehingga pihak sekolah berinisiatif menopangnya dengan kayu.

Selain itu, kata Sovie, genting ruang kelas tersebut juga sudah pada bocor. Sehingga setiap kali hujan, kondisi meja dan kursi di kelas menjadi basah dan banjir. Proses belajar siswa pun terpaksa di pindah ke luar, dibagian teras kelas meski tidak nyaman dan sempit.

"Saat KBM dilaksanakan, kami merasakan resah dan takut tertimpa atap jika ambruk. Jika hujan turun maka kelas bocor dan lantai jadi licin. Harapannya secepatnya dapat bantuan renovasi agar ruangan lebih layak, supaya anak-anak lebih nyaman dalam belajar," katanya.

Sementara itu, Operator SDN Sirnasari, Irwan Sohibul Muin mengatakan, pihaknya sudah berapa kali mengajukan perbaikan ruang kelas ke pemerintah dan dinas terkait. Baik secara manual maupun online dapodik.

"Akan tetapi sayangnya sampai saat ini belum ada realisasi. Ruang kelas semakin lama semakin parah akibat lapuk dan terkena air hujan," katanya seraya menambahkan, di sekolah itu ruang kelas V dan VI juga mengalami kerusakan.

"Kerusakan mulai terjadi dalam tiga tahun terakhir dan saat ini semakin parah karena tidak ada biaya untuk perbaikan. Sempat juga plafon ambruk. Rangka atap sudah tidak layak lagi sehingga kami terpaksa menopang dengan balok kayu," katanya.

Baru-baru ini, kata Irwan, pihak UPT pendidikan sempat datang dan mendokumentasikan ruangan kelas yang rusak. Meski begitu, belum ada kepastian kapan akan dilakukan rehab pada bangunan yang dibuat 10 tahun lalu itu. "Namun kami akan mengusulkan perbaikan dilakukan di tahun 2020," katanya.

Selain itu dari informasi yang didapat, ruang kelas yang rusak juga terjadi di ruang kelas di SDN 1 Ciawang Kecamatan Leuwisari dan SDN 1 Cipakat Kecamatan Singaparna, Kabupaten Singaparna. Kedua sekolah dasar itu juga sama atapnya ditopang dengan bambu dan kayu akibat lapuk dimakan usia juga atap genting yang bocor.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA