Bappeda : Janji Kampanya Rudi Gunawan-Helmi Budiman Gelontorkan Rp25 Miliar untuk Keagamaan

Daerah

Senin, 2 Desember 2019 | 20:28 WIB

191202202854-bappe.jpg


DI rancangan akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Garut Tahun 2019-2020, sejumlah janji kepala daerah dan wakil kepala daerah akan terealisasikan. Demikian disampaikan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkab Garut, Widiana. Senin (2/12/2019).

"Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM Daerah) merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program kepala daerah yang penyusunannya berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJP Daerah) dan memperhatikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM Nasional)," ungkapnya.

RPJM Daerah, kata dia, memuat arah kebijakan keuangan daerah, strategi pembangunan daerah, kebijakan umum, dan program Satuan Kerja Perangkat Daerah, lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dan program kewilayahan disertai dengan rencana-rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif.

“Sesuai visinya, Garut yang bertakwa, maju dan sejahtera, di RPJMD dipersiapkan  Rp25 miliar bantuan sarana dan prasarana untuk 5.000 masjid, juga Rp15 miliar bantuan sarana dan prasarana pesantren salafiah, insentif guru ngaji sebesar Rp5 miliar, optimalisasi gerakan maghrib mengaji dan optimalisasi peran lembaga pendidikan keagamaan. Itu semua perwujudan dari masyarakat bertakwa," ucapnya.

Gerakan besarnya, lanjutnya Widi, peningkatan kehidupan keagamaan ketentraman dan ketertiban. Selain insentif guru ngaji, bantuan sarana dan prasarana keagamaan, gerakan embun pagi artinya semua siswa muslim tingkat SD dan SMP melaksanakan mengaji dan salat dhuha bersama, gerakan magrib mengaji seluruh masjid, melaksanakan aktivitas mengaji gerakan subuh akbar berjemaah seluruh masjid besar dan masjid agung, melaksanakan subuh akbar, gerakan membangun nuansa akhlakul karimah dan gerakan kesadaran masyarakat terhadap zakat, infak dan sedekah.

“Adapun gerakan besar lainnya terkait penurunan angka kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja, pemerintah daerah menyiapkan bantuan renovasi 15.000 rumah tidak layak huni, penyerapan tenaga kerja 27.000 orang melalui penempatan tenaga kerja dan penyebarluasan kesempatan kerja melalui program kerja sementara sistem padat karya, penyaluran Kartu Garut Cerdas 50.000 siswa miskin, penyelenggaraan Isbat nikah bagi keluarga miskin, gerakan pelayanan KB gratis bagi keluarga miskin, kontrasepsi metode jangka panjang sebanyak 60.000 akseptor dan bantuan modal bagi usaha mikro,” ujar Widi.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA