Pondok Seni Pangandaran Bakal Disulap Jadi Water Boom

Daerah

Minggu, 1 Desember 2019 | 11:59 WIB

191201105030-pondo.jpg

Kiki Kurnia

Pintu masuk Pondok Seni Pangandaran, Ahad (1/12/2019).

GUBERNUR Jawa Barat, Ridwan Kamil menegaskan Pemprov Jabar komitmennya membangun kawasan Pangandaran dalam lima tahun ke depan. Salah satu komitmennya yaitu menjadikan lahan milik Pemprov Jabar, Pondok Seni, menjadi tempat wisata air atau water boom.

"Tahun depan kita akan bangun water boom di lahan milik Pemprov Jabar, yakni Pondok Seni Pangandaran," ujar gubernur yang akrab disapa Emil itu usai melepas ribuan pelari Jabar International Marathon (JIM), di Pangandaran, Ahad (1/12/2019).

Pembangunan water boom ini, kata Emil, dibangun di 2020 atau tahun kedua penataan kawasan Pangandaran. Sedangkan di tahun pertama, lanjut dia, sudah dilakukan penataan trotoar di kawasan Pantai Barat Pangandaran.

"Kami komit menata kawasan Pangandaran agar lebih mendunia dan bisa mirip seperti Hawaii, insya Allah," katanya.

Menurut Emil, penataan kawasan Pangandaran akan menimbulkan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Maksudnya, jika Pangandaran jauh lebih baik maka pengunjung pun akan jauh lebih banyak. Dampaknya, perekonomian masyarakat Pangandaran jauh lebih baik lagi.

"Saya mendapat laporan dari Bupati Pangandaran, bahwa jumlah pengunjung setiap akhir pekan selalu meningkat, apalagi pada masa libur nasional dan liburan lainnya. Ini yang diharapkan dari penataan," katanya.

Emil pun ingin menjadikan kawasan Pangandaran menjadi pusat sport tourism selain etalase pariwisata Jabar. Dikatakannya, di Jabar ada dua yang dijadikan area sport tourism, yakni Bandung dengan city sportnya dan Pangandaran dengan sport tourism.

"Saya berharap, Jabar International Marathon menjadi daya tarik bagi para penggemar olahraga khususnya lari. Tahun lalu ada sekitar 1.500 pelari yang daftar, dan pada tauun ini ada 2.500 pelari. Saya berharap jumlah peserta akan semakin bertambah setiap tahunnya. Dan Jabar International Marathon akan terus digelar," terangnya.

Sementara itu, Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata menyebutkan, progres penataan kawasan Pangandaram (pantai barat) devisiasinya sudah mencapai 2 persen atau sesuai target di tahun 2019. "Target sesuai kontrak deviasinya sudah mencapai 2 persen. Kalaupun mundur hanya tinggal finishingnya saja," tandasnya.

Jeje pun mengaku, dirinya setiap hari tongkrongi proyek penataan kawasan Pangandaran tersebut. Ia tidak mau proyek tersebut molor atau terbengkalai apalagi sampai mangkrak.

"Saya setiap hari tongkrongin itu proyek, dan saya setiap hari lewat pantai Pangandaran barat hingga pantai timur," tandasnya.

Mengenai kesadaran masyarakat, Jeje juga mengacungkan jempolnya. Ini terlihat dari pemendahan para perahu nelayan dari pantai barat ke pantai timur yang tanpa gejolak dan penolakan dari nelayan dan masyarakat.

"Ini menandakan kesadaran masyarakat Pangandaran akan pariwisata sangat tinggi. Saya yakin Pangandaran akan semakin hebat," tandasnya.

Dikatakannya, tinggal dua lagi yang belum dilakukan Pangandaran, yakni pengusaha odong-odong dan penyewaan body rafting. Menurutnya perlu dilakukan pendekatan persuasif secara bertahap, agar mereka tidak menjajakan usahanya di pantai.

"Kami akan terus berusaha agar kawasan pantai Pangandaran bersih dari para penjaja usaha odong-odong maupun body rafting dan sampah, sehingga pengunjung pun merasa nyaman dan menambah long staynya," tandasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA