Mantan Presdir PT Lippo Cikarang Segera Mengajukan Praperadilan

Daerah

Sabtu, 23 November 2019 | 00:54 WIB

191123005609-manta.jpg

boedi azwar

Pengacara Bartholomeus Toto, Supriyadi (kiri).


Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) telah menahan Bartholomeus Toto, mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk. KPK menduga Toto memberikan gratifikasi sebesar Rp 10,5 Milyar kepada mantan Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, untuk memuluskan perijinan mega proyek Meikarta.

Pengacara Bartholmeus Toto, Supriyadi, SH, MH mengatakan, "Kami sangat menyesalkan telah terjadi penahanan terhadap klien kami. Selama ini klien kami selalu kooperatif, namun KPK bertindak sewenang-wenang".

"Penetapan tersangka atas klien kami sama sekali tidak berdasar dan dipaksakan. Kami tidak mau menduga atau menuduh ada pihak yang terlibat dalam hal ini, namun jelas ada indikasi rekayasa dan fitnah.  Klien kami sebagai pribadi maupun ketika masih menjabat sebagai Presiden Direktur
PT Lippo Cikarang Tbk, tidak memiliki peranan dalam rangkaian kasus gratifikasi Meikarta," lanjut Supriyadi.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Toto diduga oleh KPK telah memberikan grtifikasi sebesar Rp 10,5 Milyar berdasarkan pengakuan dari Edi Dwi Soesianto (EDS), Kepala Divisi Land & Permit PT Lippo Cikarang Tbk. Namun sebaliknya pada 10 Nopember 2019, Toto melaporkan Edi Dwi Soesianto ke Polrestabes Bandung atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik.

"Tidak terima dengan status (tersangka) ini. Oleh karena itu kami akan mengajukan praperadilan pada Senin (25/11), kita akan daftar," ujarnya kepada awak media di Jalan Bungur No1 Bandung, Jumat (22/11).

Menindaklanjuti pangaduan dari Toto terhadap EDS, Polrestabes Bandung telah melakukan penyidikan dan menemukan bukti bahwa diduga telah terjadi tindak pidana finah dan pencemaran nama baik artas tuduhan telah memberikan uang suap sebesar Rp.10,5 Milyar untuk IPPT Meikarta melalui surat Nomor B/3479/XI/2019/Reskrim tertanggal 12 Nopember 2019.

Editor: boedi azwar

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA