Minim Anggaran, Sekolah Sehat Optimistis Dicapai

Daerah

Kamis, 21 November 2019 | 16:15 WIB

191121155315-minim.jpg

Dally Kardilan


SUDAH beberapa tahun terakhir, perwakilan sekolah di Subang yang mengikuti lomba sekolah hanya tingkat SD dan SMP. Selain minimnya anggaran pendukung, juga banyak bangunan sekolah dibuat tidak terkoordinasikan sebelumnya, sehingga kurang memenuhi kriteria.

"Kami akui kalau dana khusus untuk dukungan secara fisik tidak ada, dan dikhawatirkan tumpang tindih," kata Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan (Disdikbud) Subang, H. Kusdinar saat mengikuti tim penilaian lomba sekolah Tingkat Jawa Barat, Kamis (21/11/2019).

Namun demikian, Kusdinar mengaku akan membicarakan masalah tersebut, terutama jika perencanaan rehab atau bangunan kelas baru agar dilengkapi dengan toilet dan wastafel. Termasuk hal lainnya agar benar-benar sehat dari segi bangunan dan pengisinya. "Sebaiknya ada anggaran khusus, terutama di Bagian Kesra Pemkab Subang," ujarnya.

Kepala Bagian Kesra Pemkab Subang, Iwan Rudianto membenarkan jika anggaran untuk bantuan kegiatan Sekolah Sehat cukup minim dan baru tahun ini ada sebesar Rp 75 juta.

"Dana ini hanya untuk keperluan bantuan dukungan kegiatan saja, bukan khusus ke sarana maupun prasarana. Tapi ya mudah-mudahan tahun mendatang ada pembicaraan lanjutan sehingga jelas beberapa sekolah jadi pilot project sekolah sehat mulai dari TK hingga SMP," jelasnya.

Sekda Subang, H. Aminudin yang menerima Tim Penilai di Ruang Rapat 2 Bupati mengaku bangga dengan keikut-sertaan SD Plus Islam Terpadu Baskara dan SMPN 3 Subang. Sebab keduanya diyakini sudah memenuhi beberapa kriteria dan akan dilihat secara fakta dilapangannya.

"Suatu kebanggaan tersendiri, apalagi Subang sudah mendapatkan predikat Kabupaten Sehat. Semoga ikhtiarnya sudah dan sedang dilakukan dikabulkan Allah menjadi juara Sekolah Sehat tingkat Propinsi," harapnya.

Tidak hanya itu, lomba sekolah sehat harus diikuti dan jadi budaya sehat dan bersih di lingkungan sekolah. Baik masyarakat sekolah, termasuk di dalamnya guru, murid maupun orang tua siswa. "Ini harus menjadi gaya hidup, tidak hanya di lingkungan, tapi saat di luar sekolah," pungkasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA