Sudah 12 Tahun Warga yang Alami Gangguan Jiwa Terlepas dari Pemasungan

Daerah

Kamis, 21 November 2019 | 15:44 WIB

191121154244-sudah.jpg

AP

ilustrasi


KECAMATAN Kersamanah yang berada di daerah utara Kabupaten Garut, sejak tahun 2007 dikenal sebagai kampung orang gila. Di daerah itu, sebagian keluarga yang memiliki saudaranya mengalami gangguan jiwa kerap dilakukan pemasungan.

Namun sejak tahun 2009 kebiasaan pemasungan sudah tidak lagi dilakukan. Kondisi tersebut terjadi setelah pemerintah memfasilitasi pengobatan bagi memiliki gangguan jiwa.

"Sekarang sudah tidak ada lagi yang dipasung. Semenjak wartawan senior grup Pikiran Rakyat Bandung membongkar banyaknya pemasungan orang gila di Kecamatan Kersamanah," ujar tokoh masyarakat Kecamatan Kersamanah, Dadang Hernawan, Kamis (21/9/2019).

Dikatakan Dadang, sampai sekarang masih ada beberapa masyarakat yang masih mengalami gangguan jiwa. Hanya saja penanganannya sudah dilakukan secara medis. Yang mana setiap bulan kerap mendapatkan pengobatan dari pemerintah dan ada yayasan yang memberikan bantuan.

"Sekarang jumlahnya tidak sebanyak tahun 2007 lalu yang mencapai ratusan orang. Hanya tinggal beberapa orang saja, itu pun tersebar di beberapa desa," katanya.

Ia menuturkan, dalam penanganan warga yang mengalami gangguan jiwa lembaga pemerintah desa dan kecamatan secara terus menerus memberikan penyuluhan pada warga agar dilakukan secara medis tidak dilakukan dengan cara pemasungan.

"Kalau dulu orang yang mengalami gangguan jiwa kerap mengamuk, sehingga keluarganya lebih memilih untuk dipasung. Tetapi sekarang sudah tidak ada lagi pemasungan. Mereka sekarang sudah bisa berkomunikasi dengan baik dengan warga secara normal," cetusnya.

Ia menjelaskan, penyebab banyaknya warga yang mengalami gangguan jiwa lebih disebabkan faktor genetik serta ada juga dari faktor ekonomi.

"Kalau dulu banyak pernikahan sesama saudara sehingga bisa dikatakan ada pernikahan satu darah. Itu juga bisa mengakibatkan gangguan jiwa," ucapnya.

Sementara Ajid (35) warga Sindangsari, Desa Kersamanah, yang sudah puluhan tahun mengalami gangguan jiwa mengatakan, dirinya hampir setiap bulan mendapatkan penanganan secara medis. Pengobatan difasilitasi oleh lembaga desa.

"Saya sekarang secara intensif mendapatkan pengobatan. Alhamdulilah tidak mengalami pemasungan," singkatnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA