Bersihkan Warungku, Seasoldier Ajak Warga Memilah Sampah

Daerah

Rabu, 20 November 2019 | 19:58 WIB

191120195934-bersi.jpg

Septian Danardi

Koordinator Seasoldier Tasikmalaya, Hamdan Uje (kanan) memberikan drum sampah kepada pemilik warung di Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (20/11/2019).


KOMUNITAS Seasoldier Tasikmalaya mengajak warga untuk memilah sampah sebelum dimasukan kedalam tempat sampah. Ajakan dilakukan kepada para pemilik warung-warung di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

Koordinator Seasoldier Tasikmalaya, Hamdan Uje mengatakan, komunitas yang mulai didirikan di Tasikmalaya ini bergerak dibidang lingkungan. Dalam hal ini edukasi tentang penyadaran terhadap pentingnya lingkungan bagi masa depan.

"Kami bergerak di lingkungan sekitar dengan program #BersihkanWarungku. Jadi kami mencari warung yang bisa diedukasi tentang sampah. Nanti kami beri mereka tong sampah, organik dan anorganik," katanya, usai memberikan tong sampah kepada salah satu warung, Rabu (20/11/2019).

Menurutnya, sudah ada dua warung yang mulai diedukasi. Pihaknya kemudian mendampingi dan terus memantau perkembangannya.

"Berharap supaya setiap warung mengerti cara memilah sampah agar tidak tercampur. Jika tercampur, nantinya akan banyak yang tidak bisa didaur ulang dari anorganik, dan tidak bisa dijadikan pupuk atau kompos dari sampah organik," katanya.

Selain itu, kedepannya akan ada program bersihkan pantai dari sampah plastik. Kata dia, permasalahan sampah di Indonesia dapat ditanggulangi bukan hanya melalui sosialisasi untuk membuang sampah pada tempatnya, melainkan juga upaya perbaikan dalam aspek sistem pengelolaannya.

Dikatakannya, sebagai kampanye pelestarian lingkungan, program #BersihkanWarungku bertujuan untuk melakukan edukasi pemilahan dan daur ulang sampah kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk pedagang maupun pengunjung warung.

"Dengan menaruh tanggung jawab kepada semua pihak, artinya semua memiliki peran. Semoga berjalan dengan baik, Alhamdulillah saat launcing dihadiri Pak Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ullum," katanya.

Dede (54), salah satu pemilik warung di kawasan Kampung Cibodas, RT 02/RW 04, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, merasa senang bisa bergabung dan mendapat penjelasan dari para pemuda yang peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Warung yang menjual tutug oncom dan beragam gorengan serta mie rebus serta kopi ini sejak buka selepas Magrib selalu dipenuhi pengunjung. Sehingga tidak sedikit menghasilkan sampah plastik.

"Sae ayeuna mah bapak terang mana sampah organik mana sampah anorganik. Jadi moal dihijikeun upami miceun sampah teh (bagus sekarang mah bapak jadi tahu mana sampah organik mana sampah anorganik. Jadi enggak akan digabung kalau membuat sampah)," ungkapanya setelah mendapat pengarahan dari para pegiat.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA