Demi Keamanan Para Pengendara, Jalur Tanjakan Emen Dipapas

Daerah

Rabu, 20 November 2019 | 17:58 WIB

191120180034-demi-.jpg

Dally Kardilan


KAWASAN bukit di kaki gunung Tangkuban Parahu, terutama di jalur Tanjakan Emen sedang dipapas dan dibongkar untuk pelebaran serta pembuatan jalan lingkar guna menimalisir kecelakaan.

Beberapa petugas yang sedang bongkar muat material bebukitan saat ditanya, hanya membenarkan kalau lahan milik PTPN VIII untuk pembuatan jalan lingkar. Mereka tidak mengetahui persis bagaimana nantinya, karena hanya melakukan bongkar muat.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Subang, H.Besta Besuki yang dihubungi Rabu (20/11/2019) membenarkan, kalau di daerah turunan yang dikenal tanjakan Emen sedang dibuatkan jalan lingkar dengan menerobos perkebunan teh milik PTPN.

Besta sendiri secara detail tidak mengetahui jalur lingkar titiknya setelah gerbang pintu objek wisata Gunung Tangkuban Parahu hingga lepas jalur rawan yang dikenal Emen sepanjang 7 kilometer.

"Rencananya sejak tahun 2018 silam dan menurut informasi akan menghabiskan dana sekira Rp 150 miliar dari APBD Provinsi Jawa Barat tahun 2019," ungkapnya.

Pantauan galamedianews.com, tampak ada 6 titik yang sedang dikerjakan. Bongkar muat material di titik awal proyek lingkar, pengerjaan TPT dan pengupasan serta pemerataan bukit yang ada di kiri dan kanan jalan utama.

Jalur ini sudah dikenal kerawanan kecelakaan maut dan menjadi sejarah panjang sejak tahun 1960-an. Berbagai upaya meminimalisir agar tidak terlalu banyak korban, namun tetap saja pelebaran, marka dan rambu rambu seolah tidak berguna.

Bahkan Polres Subang pun membuat monumen bangkai mobil bekas kecelakaan sebagai penanda agar pengendara terus meningkatkan kewaspadaan. Tidak hanya itu, Pemprov Jabar mengupas tebing yang ada di sepanjang jalanan Emen karena dinilai menghalangi pandangan kalau di depan ada tikungan tajam yang ada di depan.

Apalagi pasca kecelakaan yang menewaskan 27 korban jiwa pada awal tahun 2018 bila melewati jalur itu penuh dengan rambu dan lampu anti kabut dan membuat jalur penyelamat (escape road) sepanjang 300 meter di salah satu titik rawan kecelakaan selama ini atau di KM 179+600 arah Jakarta.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan pun sempat mengubah nama Tanjakan Emen menjadi Tanjakan Aman pasca kecelakaan besar dan digelar berbagai ritual bersama warga setempat. Namun kecelakaan kendaraan besar tetap masih terjadi hingga akhirnya dibuatkan jalur lingkar yang nantinya seperti di Tanjakan Nagreg.

Menurut informasi, jalan baru itu akan diberlakukan satu arah untuk kendaraan yang hendak turun dari arah Bandung menuju Subang selepas pertigaan jalan masuk kawasan Taman Wisata Alam Gunung Tangkubanparahu dan berakhir di Tanjakan Emen wilayah Ciater tepatnya di Kampung Cicenang.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA