Kaum Adam Dominasi Jumlah Pengidap HIV/AIDS di Subang

Daerah

Selasa, 19 November 2019 | 15:37 WIB

191119153908-kaum-.jpg

Dally Kardilan

Rakor dan Evaluasi KPA Subang di Grand Hotel Jalan A Yani, Selasa (19/11/2019).


DINAS Kesehatan Kabupaten Subang meminta Komisi Penanggulangan Aids (KPA) melakukan langkah dan strategi khusus dalam penanggulangan HIV/AIDS. Pasalnya, selama tahun 2018 kasus baru yang ditemukan ternyata didominasi oleh kaum adam alias laki-laki.

"Bahkan yang memprihatinkan dalam usinya ada pergeseran di bawah 15 tahun. Ternyata mereka menjadi korban atau terlihat dalam kegiatan seks menyimpang," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Subang, dr. H. Nunung melalui Program Manager HIV/AIDS Dinkes Subang, Suwata usai memberikan paparan pada Rakor dan Evaluasi KPA Subang di Grand Hotel Jalan A Yani, Selasa (19/11/2019).

Suwata menambahkan, kaum Adam mendominasi terbukti dari total 230 orang temuan baru tahun 2018, 60 persennya berjenis kelamin laki-laki atau sebanyak 138 orang. Dari jumlah itu 77 positif AIDS dan sisanya 153 HIV serta kebanyakan berusia produktif dari 29 tahun ke bawah.

"Tahun 2019 hingga Juni dari 6.757 yang dites HIV ditemukan ada sebanyak 97 orang positif HIV dan kini sudah masuk dalam perawatan serta sebagian besar kaum laki-laki terutama homoseks," katanya.

Sedangkan dari grafik sebaran kasus HIV/AIDS berdasarkan risiko pekerjaan, pada tahun 2018 yang paling banyak dan tertinggi yang terjangkit yaitu wanita pekerja seks (WPS) sebanyak 572, ibu rumah tangga (IRT) 381, buruh 277, wiraswasta 211, warga binaan 70, karyawan 69, anak 66, waria 44, tidak bekerja 36, sopir 38, petani 36, TKI 20, PNS 15 serta tercatat pula pelajar, penata kecantikan, nelayan, mahasiswa/pelajar, TNI/Polri, pekerja seni, dosen dan satpam yang jumlahnya masing masing di bawah 10 orang.

"Temuan itu bukan karena jumlahnya. Yang justru diperlukan adalah pengkajian lebih dalam termasuk sasaran untuk pencegahan dan penanggulangannya. Tetapi masih banyak yang berisiko tidak terpantau dan akhirnya sudah menjalar ke ibu rumah tangga hingga balita," ungkapnya.

Bahkan, lanjut Suwata, pada bulan Agustus 2019 lalu ditemukan kasus HIV/AIDS di satu keluarga dengan 3 anak. Setelah diteliti, ibunya pernah bekerja di luar negeri dan ternyata selama ditinggal suaminya beraktivitas seks yang penuh risiko.

Sementara itu, Sekretaris I KPA Subang, dr. H.Encep Sugiana mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan penyakit HIV/AIDS di Subang.

"Selama setahun kami adakan evaluasi bersama 40 anggota KPA. Mereka secara bertahap dan terencana melangkah pada upaya pencegahan dan penanggulangan, agar terwujud 'Getting 3 Zero' dan terwujudnya pola pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS melalui kegiatan terpadu berbasis data," paparnya.

Selain dari Dinkes dan KPA Subang, acara juga diisi paparan dari Sekretaris Disnakertran Aida Gunawati, Kabid TIK Diskominfo Aries serta Kasdim 0605 Subang Mayor Inf. Deni.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA