Layanan Solar di Priangan Timur Kembali Normal

Daerah

Minggu, 17 November 2019 | 20:22 WIB

191117202323-layan.jpg

Septian Danardi


MESKI sempat terjadi kelangkaan solar bersubsidi di beberapa wilayah termasuk di Kota dan Kabupaten Tasikmaya, namun saat pasokan mulai kembali normal.

Menanggapi kelangkaan solar bersubsidi Kelangkaan BBM jenis solar di sejumlah Stasiun Pengisian BBM Umum (SPBU) Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengharapkan, kejadian ini jangan sampai berlarut-larut.

Kepala Bidang Agro Industri pada Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya, Amir Sudayana mengatakan, langkah cepat Pertamina dalam penyaluran BBM jenis solar subsidi sangat berpengaruh positif pasca kelangkaan. Hal memicu kembali gerak roda perekonomian di kalangan Industri kecil yang ada di Kabupaten Tasikmalaya khususnya. Yakni industri kerajinan, fesyen, makanan olahan dan banyak lagi.

Para pelaku Industri kecil di Kabupaten Tasikmalaya tersebut yang sebelumnya sempat menurun kiriman sebagai dampak armada angkutan yang dikurangi operasionalnya.
"Pengiriman dilakukan ke Bandung, Jakarta, surabaya dan kota besar lainnya. Sempat tersendat, namun dengan penyaluran BBM jenis solar yang kembali normal bahkan ada penambahan kiriman sejak hari Sabtu (16/11/2019), pelaku industri kecil kembali melakukan pengiriman," kata Amir saat ditemui, Minggu (17/11/2019).

Dikatakannya, Penggunaan BBM jenis biosolar subsidi perlu pengawasan ekstra dalam pendistribusiannya. Sebab saat pendistribusian tersebut sangat rawan adan permainan.
"Sangat perlu pengawasan dalam pendistribusian BBM solar bersubsidi, ini minimalisir risiko permainan di level pusat sampai daerah," ujarnya.

Pihaknya mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Pertamina yang dengan gerak cepat memasok solar bersubsidi, guna menanggulangi keluhan para pelaku industri kecil di Tasikmalaya.

Diharapkan masyarakat untuk menggunakan Biosolar sesuai alokasinya, yakni berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014‎, Biosolar hanya ditujukan bagi rumah tangga, usaha mikro, usaha pertanian, usaha perikanan, transportasi, dan pelayanan umum.

"Bagi masyarakat pengguna bahan bakar diesel, dapat membeli bahan bakar non subsidi Dexlite dan Pertamina Dex," ungkapnya.

Sementara PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region III terus memastikan pasokan Biosolar di wilayah Priangan Timur, yakni Tasikmalaya, Pangandaran, Ciamis, Garut dan Banjar.

Stok Biosolar di Fuel Terminal (Terminal BBM) Tasikmalaya yang memasok SPBU di wilayah Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran berada dalam kondisi aman. Demikian juga untuk pasokan SPBU di wilayah Garut yang berasal dari Fuel Terminal Bandung Group.

Pertamina bahkan melakukan pemantauan penyaluran solar dari Fuel Terminal hingga ke SPBU selama 24 jam, seiring dengan diaktifkannya Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru (Satgas Nataru) mulai 15 November 2019.

"Sampai hari ini pasokan BBM terutama untuk produk Biosolar aman. Pada Sabtu 16 November, kami sudah meningkatkan penyaluran lebih dari 20 persen dari penyaluran bulan Oktober," ujar Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR III Dewi Sri Utami, saat dikonfirmasi secara terpisah, Minggu (17/11/2019).

Ia menyebutkan, Pertamina menghimbau masyarakat untuk menggunakan Biosolar sesuai alokasinya, yakni berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014‎, Biosolar hanya ditujukan bagi rumah tangga, usaha mikro, usaha pertanian, usaha perikanan, transportasi, dan pelayanan umum.

Dewi menambahkan, bagi masyarakat pengguna bahan bakar diesel, Pertamina juga menyediakan varian BBM alternatif utk kendaraan bermesin diesel yakni Dexlite & Pertamina Dex yg tersedia di SPBU, yang memiliki kualitas lebih baik.

Di area Priangan Timur, terdapat 66 SPBU outlet Dexlite dan 30 SPBU outlet Pertamina Dex, salah satunya berada di SPBU 3446103 Jl. RM. Martadinata Cipedes Kota Tasikmalaya.

Apabila masyarakat memiliki keluhan mengenai ketersediaan BBM dan LPG dapat menghubungi Pertamina melalui Call Center 135.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA