Profesionalisme Kepolisiaan dan Jalan Perdamaian

Maruarar Sirait Apresiasi Pernyataan Bupati Majalengka

Daerah

Minggu, 17 November 2019 | 20:13 WIB

191117201652-marua.jpeg

ist


KASUS yang menimpa anak bupati Majalengka, H Karna Sobahi yang kini mencuri perhatian publik di tanah air, mendapatkan perhatian dari tokoh nasional, Maruarar Sirait. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat Majalengka, dirinya mengapresiasi sikap dan langkah yang dilakukan  Bupati Majalengka, Karna Sobahi, menyikapi kasus hukum yang menyandera putera keduanya.

Ia juga mengapresiasi langkah aparat kepolisian yang telah bekerja secara profesional dan tidak tebang pilih dalam menegakan proses hukum.

"Saya sebagai mantan anggota DPR RI mewakili dapil Majalengka-Subang-Sumedang, tentunya ikut prihatin melihat pristiwa ini. Namun saya kagum atas pernyataan bupati yang menghormati dan menyerahkan proses ini ke aparat kepolisiaan, meski anaknya sudah ditetapkan tersangka dan ditahan aparat kepolisiaan," ujarnya saat dikonfirmasi via ponselnya, Minggu (17/11/2019).

Selain itu dirinya juga kagum atas adanya perdamaian yang digagas kedua belah pihak. Hal itu sesuai dengan pancasila ke-4, yakni intinya musyawarah mufakat untuk menyelesaikan persoalan.

"Intinya saya mengaperisiasai langkah bupati yang menghormati hukum, kepolisian yang bekerja secara profesional dan upaya perdamaian yang digagas kedua belah pihak," tukasnya.

Mengenai pernyataan bupati Majalengka, setidaknya ini patut di contoh dan diteladani oleh para pejabat publik di Majalengka, atau pun di
Jawa Barat. "Ini contoh dan patut menjadi teladan bagi kita semua," ujarnya.

Sementara itu, Putera Bupati Majalengka Irfan akhirnya ditahan Polres Majalengka setelah dicecar sejumlah pertanyaan oleh penyidik Kepolisiaan. Irfan ditetapkan tersangka setelah terbukti melanggar hukum dan secara sah serta meyakinkan melanggar pasal 170 juncto undang-undang darurat pasal 1 ayat 1 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Penegasan itu disampaikan Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono kepada awak media saat menggelar konferensi pers di Mapolres setempat, Sabtu (16/11/2019). Menurutnya, Irfan saat ini statusnya ASN dan menjabat Kabag Ekonomi Pemkab Majalengka, ditetapkan tersangka setelah terjadi kasus penembakan terhadap Panji Pamungkasandi, seorang pengusaha.

Petugas juga mengumpulkan sejumlah barang bukti kejahatan, di antaranya sepucuk pistol berwarna hitam berkaliber 9 milimeter, enam butir peluru karet kaliber 9 milimeter berikut buku kepemilikannya, kartu izin penggunaan senjata dari kepolisian hingga 2020, dan hasil visum korban.

"Kalau pistol yang digunakan kaliber 9 milimeter itu bernomor K4266, teregister oleh Kapolda Jabar nomor B/690/XI/2017 Dit Intelkam. Berikut buku
kepemilikannya," katanya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA