Situ Sukamelang Jadi Wisata encong Gondok Kagetkan Bupati dan Wakil Bupati Subang

Daerah

Jumat, 15 November 2019 | 14:45 WIB

191115144129-situ-.jpg

Dally Kardilan

Bupati Subang, H.Ruhimat saat melihat salah satu aliran sungai yang menuju Situ Sukamelang.


KEBERADAAN Situ Sukamelang yang di wilayah Kecamatan Subang tidak jauh dari pusat keramaian dan gerbang Tol Cipali, membuat kaget Bupati Subang H. Ruhimat dan Wakilnya, Agus Masykur Rosadi.

Ketika berkunjung ikut bergabung bersama warga dan aparat terkait untuk bersih bersih saluran yang digagas oleh Forum kordinasi pengelolaan daerah aliran sungai (FKPDAS) Korwil Subang. Bupati dan Wakilnya disambut tulisan disebrang situ, selamat datang di obyek wisata situ eceng gondok.

“Nah, ini yang harus menjadi perhatian bersama, saya sudah perintahkan PUPR dan DLH memasang sarisig penghalang sampah,“ kata Bupati, pada wratwan Jumat (15/11/2019).

Bahkan dirinya merasa yakin setelah berkoordinasi dengan Kementerian dan pihak terkait, 6 bulan mendatang bisa diwujudkan setahap demi setahap sebagai situ yang bebas dari eceng gondok.

Sementara hal lain yang menjadi kekagetan wakil bupati, dengan hilangnya luasan situ dari 9 hektar menjadi 3,2 hektar, sehingga diperlukan adanya pengukuran ulang dan pendataan baik dari PJT II maupun Pemkab.Subang.

“Kalau tetap dibiarkan tidak akan ada perubahan, apalagi sudah banyak yang beralih fungsi. Pembersihan dan penataannya tidak bisa dengan sapu, cangkul tetapi alat berat dengan biaya besar,“ ungkapnya.

Dengan demikian, Situ Sukamelang akan kembali berfungsi embung irigasi dan pengendali banjir, serta berfungsi sebagai taman kota/tempat wisata. “Semua warga dan kita pun berkeinginan semua situ yang berada di wilayah kota menjadi tempat wisata, “pungkas Agus.

Wakil Ketua DPRD Subang, Elita Budiarti mendukung upaya yang akan dilakukan karena ketika sampah dibuang semuanya ke sungai atau situ itu merupakan perbuatan mendzolimi alam. “Jadi sulit kalau main setnya tidak dirubah, apapun yang kita lakukan kalau hanya sifatnya seremonial terus kita hanya menanggulangi,” katanya.

Kegiatan gotong royong itu harus melibatkan seluruh unsur, baik dari pemerintahan atau dari masyarakat. “Kita jangan sampai terkesan tidak peduli terhadap lingkungannya sendiri semua beban ada di pundak pemerintah. Tetapi kewajiban bersama memelihara lingkungan yang bersih,“ kata Elita.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA