Polisi Tangkap Penambang Ilegal di Pangandaran

Daerah

Kamis, 14 November 2019 | 21:08 WIB

191114210949-polis.jpg

Agus Supriyatman

Polres Ciamis merilis penangkapan penambang ilegal, Kamis (14/11/2019).


POLRES Ciamis mengamankan tiga orang tersangka penambang batu kapur ilegal, di Dusun Sindangsari Desa Banjarharja, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). Penangkapan dilakukan atas dasar laporan masyarakat yang merasa resah.

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso dalam siaran persnya menyebut, pelaku berjumlah tiga orang, dua di antaranya berinisial UC (32) dan AS (35) asal Desa Banjarharja, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.

"Sementara satu tersangka lainnya AS (37) asal Ratawangi Kecamatan Banjarsari, Ciamis," ungkap Kapores, Kamis (14/11/2019).

Bismo menuturkan, penangkapan ketiga pelaku itu berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan adanya aktivitas tambang batu kapur yang diduga ilegal di Banjarharja, Kalipucang. Kendaraan besar, baik alat berat maupun truk keluar masuk dengan seenaknya sehingga mengotori badan Jalan raya nasional Banjar-Pangandaran.

"Dari laporan tersebut berbuah hasil. Setelah diselidiki petugas, ternyata benar aktivitas tambang batu kapur yang berlokasi di Karangpalawiran, Desa Banjarharja, Kecamatan Kalipucang ini tidak memiliki izin," ujar Bismo.

Menurutnya, pelaku tambang ilegal itui ditangkap karena aktivitas mereka melakukan dengan sengaja dalam penambangan batu kapur tanpa memiliki IUP, IUPK dan IPR.

"Kami menduga kegiatan ini dijadikan ladang bisnis keuntungan mereka. Para pelaku melanggar pasal 158 UU RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara," ucapnya.

Saat penangkapan, petugas turut mengamankan barang bukti lima unit alat berat excavator berbagai jenis, satu unit kendaraan roda enam dan buku catatan daftar pengeluaran hasil tambang.

"Untuk selanjutnya, kami dari kepolisian akan memanggil pemilik lahan tanah yang dijadikan pertambangan ilegal untuk diperiksa dan dimintai keterangan," tandasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA