Puluhan Makam di Tasikmalaya Rusak, Ternyata Ini Penyebabnya

Daerah

Kamis, 14 November 2019 | 19:25 WIB

191114192221-puluh.jpg

Septian Danardi


BEBERAPA waktu lalu warga sempat dihebohkan dengan rusaknya puluhan makam di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Pakemitan, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya. Warga pun sempat bertanya-tanya dan menduga rusaknya makam secara misterius itu berkaitan dengan hal mistis.

Setelah penyelidikan, akhirnya ditemukan penyebab rusaknya makam-makam tersebut. Warga mendapati fakta setelah melakukan ronda secara bergiliran selama hampir sepekan terakhir. Warga menyaksikan langsung dua ekor anjing yang kedapatan tengah menggali makam.

Berdasarkan fakta dari warga, Polsek Cikatomas dan Polres Tasikmalaya untuk sementara menyimpulkan jika perusakan sebanyak 35 makam di TPU Desa Pakemitan itu dilakukan oleh hewan.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Siswo Tarigan mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi terbaru terkait kejadian perusakan makam secara misterius itu dari delapan warga sekitar.

Diakatakanya, saat warga melakukan ronda malam mendengar suara gonggongan anjing dari arah pemakaman. Kemudian ditelusuri oleh warga terlihat ada dua ekor anjing, tepat di atas batu nisan kuburan yang tergali.

"Dua ekor anjing berwarna coklat dan putih berada di atas kuburan yang tergali. Kedua hewan tersebut menggonggong ke arah warga saat warga mendekatinya," kata Siswo kepada wartawan, Kamis (14/11/2019).

Sewaktu warga mencoba mendekat, kata Siswo, kedua hewan itu malah balik menyerang warga. Warga pun terus mendekati dan berhasil mengusir anjing tersebut. "Satu yang berwarna coklat lari ke arah utara atau ke arah perkampungan sedangkan anjing yang berwarna putih lari ke arah selatan atau ke arah perkebunan," katanya.

Saat dilakukan pengecekan, lanjut Siswo, ada dua makam sudah dalam keadaan tergali pada bagian ujung atas kepala makam tepat di bawah tulisan nisan dengan kedalaman galian kurang lebih 30 sentimeter. Selain itu, ada bekas cakaran hewan di batu nisan tersebut.

Salah satu warga, Anda Juanda (54) mengungkapkan, dirinya bersama warga lainnya saat melakukan ronda malam melihat ada dua ekor anjing di lokasi pemakaman. Padahal disekitar kampung dan Desa Pakemitan belum pernah terlihat warga ada yang memiliki anjing sesuai ciri-ciri yang dilihat oleh warga tersebut.

"Dua anjing itu baru terlihat, sebab warga lain tidak memiliki anjing jenis tersebut dan saat didekati malah menyerang," katanya.

Dari penemuan tersebut, warga memprediksi bahwa selama ini yang merusak atau menggali makam pada Jumat (8/11/2019) dini hari dan Senin (11/11/2019) malam itu dilakukan oleh hewan.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA