Ratusan Gerbong Kereta Api Bekas Terbakar

Daerah

Kamis, 14 November 2019 | 18:40 WIB

191114184217-ratus.jpg

Dally Kardilan

Kebakaran gerbong kereta api bekas di Stasiun Kereta Api Cikaum, Kabupaten Subang, Kamis (14/11/2019).


KEBAKARAN hebat meludeskan gerbong kereta api bekas di Stasiun Kereta Api Cikaum, Kabupaten Subang. Peristiwa itu terjadi Kamis (14/11/2019) sekitar pukul 17.00 WIB. Hingga berita ini dibuat kebakaran masih terus berlangsung. Pemadaman oleh Damkar Satpoldam Subang juga masih dilakukan. 

Pantauan galamedianews.com, kobaran api membumbung tinggi dan melahap puluhan gerbong tidak terpakai yang ditumpuk ditambah angin kencang mengakibatkan api semakin membesar.

"Kami juga kaget saat melihat kepulan hitam pekat dan setelah didatangi ternyata berasal dari kobakaran api di areal penyimpanan gerbong kereta bekas," kata Galih, warga sekitar yang sejak menjelang magrib menyaksikannya.

Kepala Bidang Kebakaran Satpoldam Subang, Dede Rosmayandi mengatakan, semula pihaknya hanya mengerahkan 3 armada. Namun setelah mengetahui luasnya kebakaran terutama untuk mencegah agar tidak merembet ke perumahan warga yang ada di sebelah utara, armada pun ditambah.

"Kami tambah dua armada lagi sehingga menjadi lima untuk mencegah jangan sampai ke perumahan warga," ujarnya.

Kapolsek Cikaum, AKP Bambang membenarkan pihaknya mendapat laporan pihak stasiun kereta api melalui sambungan telepon, sesaat setelah api mulai terlihat besar membakar sejumlah gerbong. Dirinya pun menghubungi Damkar dan langsung menuju TKP serta meminta kepada petugas untuk membersihkan areal dari barang barang lain yang bisa memperparah.

"Kami belum bisa menduga penyebab timbulnya api, saat ini kami masih fokus pada tahap memadamkan api. Setelah proses pemadaman dan pendinginan, mungkin akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut," jelasnya sambil menyebutkan, di stasiun KA Cikaum memang dijadikan gudang penyimpanan gerbong bekas.

Ia menambahkan, berdasarkan keterangan, jumlah gerbong bekas yang terbakar mencapai 122 unit di sebelah timur dari stasiun, sedang yang ada di sebelah barat masih aman. Untuk mencegah dan tidak mengganggu perjalanan KA dari Jakarta-Cirebon atau sebaliknya jalur yang dilalui diarahkan ke jalur atau track selatan karena kalau ke utara khawatir ada dampak.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA