Solar di Tasikmalaya Mulai Langka

Daerah

Rabu, 13 November 2019 | 19:18 WIB

191113191921-solar.jpeg

dok

Ilustrasi


KELANGKAAN BBM jenis solar di sejumlah Stasiun Pengisian BBM Umum (SPBU) di Kota Tasikmalaya, mulai dirasakan merugikan pemilik kendaraan. Terlebih para pemilik kendaraan truk angkutan. Pasalnya, sulitnya solar berimbas terhadap laju usahanya.

Salah seorang sopir truk angkutan, Andi Muhamad (43) mengatakan, kondisi sulitnya mendapatkan BBM jenis solar sudah berlangsung selama empat hari kebelakang. Menurutnya hampir disetiap SPBU yang ada di Kota Tasikmalaya solar selalu kosong. Kalaupun ada, harus rela menunggu sampai siang hari.

"Hari ini saja, saya mendapatkan solar setelah muter-muter ke setiap SPBU. Itupun harus rela antre dan mendapat giliran setelah helang sore hari," katanya saat hendak mengisi solar di SPBU 34-46124 Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tasikmalaya, Rabu (13/11/2019).

Selain itu, kata Ade, pembelian BBM jenis solar dibatasi paling banyak Rp 150 ribu. Padahal untuk kebutuhan operasional truk yang dikendarainya sebagai ladang usahanya biasa mengisi Rp 200 ribu per hari.

Akibat pembatasan tersebut, kata Ade, berimbas terhadap aktivitas usahanya. Dikarenakan, khawatir kendaraannya mogok dijalan akibat kehabisan solar. Biasanya, mencari orderan jasa angkut bisa ke luar kota. Namun pembatasan ini menjadikan ordersn ke luar kota tidak diambil.

Sementara itu dihubungi terpisah, Unit Manager Communication & Relations Pertamina MOR III, Dewi Sri Utami mengatakan, Pertamina selaku badan usaha yang melakukan penyaluran biosolar subsidi, melakukan penyaluran sesuai dengan kuota dari diberikan BPH Migas (Badan Pengatur Hilir Migas). Sampai dengan Oktober 2019 untuk wilayah Priangan Timur, distribusi solar subsidi ini telah over kuota dari total kuota yang dicanangkan.

Dikatakannya, peruntukan BioSolar subsidi sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014‎, hanya ditujukan bagi rumah tangga, usaha mikro, usaha pertanian, usaha perikanan, transportasi, dan pelayanan umum.

Bagi masyarakat pengguna bahan bakar diesel, kata Dewi, Pertamina juga menyediakan varian BBM alternatif lainnya, yakni Dexlite dan Pertamina Dex yang juga tersedia di SPBU, dan memiliki kualitas lebih baik.

"Di area Priangan Timur, terdapat 66 SPBU outlet Dexlite dan 30 SPBU outlet Pertamina Dex, salah satunya berada di SPBU 3446103 Jalan Martadinata Cipedes Kota Tasikmalaya," katanya.

Ditambahkan Dewi, Dexlite memiliki cetane number minimal 51 dengan kandungan sulfur minimal 1.200 part per milion (ppm). Sementara itu, Pertamina Dex memiliki cetane number 53 dengan kandungan sulfur di bawah 300 ppm.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA