Peternak Ayam di Garut Digiring Gunakan Elpiji Non Subsidi

Daerah

Rabu, 13 November 2019 | 18:26 WIB

191113182807-peter.jpg

ist


PT Pertamina, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut beserta Hiswana Migas melakukan inspeksi mendadak (sidak) penyalahgunaan elpiji subsidi 3kg ke beberapa peternakan ayam di Bayongbong dan Samarang, Selasa (12/11/2019). Pada sidak ini, ditemukan beberapa peternak ayam masih menggunakan elpiji subsidi 3kg sebagai pemanas.

Peternak yang ditemukan menggunakan elpiji subsidi kemudian membuat surat pernyataan untuk beralih ke elpiji non subsidi. Pertamina melalui Sales Branch Manager Rayon V Bandung, Arthur Kemal menjelaskan, elpiji 3kg hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Untuk UMKM dapat beralih ke elpiji non subsidi seperti Bright Gas 5,5 kg, 12 kg serta 50kg.

"Pengusahan ternak ayam dilarang menggunakan elpiji non subsidi dan harus beralih menggunakan yang subsidi," ujarnya sebagaimana rilis yang diterima, Rabu (13/11/2019).

Arthur menjelaskan, penggunaan elpiji non subsidi 12kg dan 50kg untuk pemanas di peternakan mempunyai beberapa keunggulan, yakni lebih efisien dalam operasional karena isinya lebih banyak sehingga tidak perlu bolak-balik melakukan penggantian.

"Konsumen yang berminat untuk beralih ke elpiji non subsidi pun dapat membeli refill gas saja sehingga lebih efisien. Untuk tabungnya, konsumen dipinjamkan oleh agen," ucapnya.

Selain itu, Arthur menuturkan, untuk agen wilayah Garut juga dapat memberikan fasilitas pengantaran khusus kepada para konsumen elpiji non subsidi.

Hiswana Migas Garut dan Pertamina juga menawarkan program trade in, yakni penukaran tabung elpiji subsidi dengan elpiji non subsidi dengan hanya membayar harga refill.

Sementara itu, Ketua Hiswana Migas DPC Garut, H. Iday Hidayatullah mengatakan, pengusaha agen elpiji fokus menyalurkan elpiji subsidi agar tepat sasaran kepada masyarakat miskin.

Dalam sidak ini, Pertamina dan Hiswana Migas menggandeng beberapa perwakilan instansi Pemda Garut yakni dari Sekretaris Daerah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Asda II, Satpol PP serta agen elpiji non subsidi.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA