Putra Bupati Majalengka Bantah Lakukan Penembakan

Daerah

Selasa, 12 November 2019 | 20:43 WIB

191112204430-putra.jpeg

Jejep Falahul Alam/

Polisi melakukan olah TKP penembakan di kawasan Ruko Taman Hana Sakura, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Selasa (112/11/2019).


PERISTIWA keributan dengan melibatkan puluhan orang yang diwarnai insiden penembakan di Kabupaten Majalengka mendapatkan perhatiaan dari orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Majalengka. Terlebih, kejadian itu melibatkan putra kedua Bupati Majalengka, H. Karna Sobahi.

"Intinya kami keluarga menyerahkan sepenuhnya persoalan ini kepada norma hukum yang berlaku," kata Bupati Majalengka, H. Karna Sobahi, melalui pesan singkatnya, Selasa (12/11/2019).

Sementara itu, juru bicara keluarga Bupati Majalengka, Arif Chaidir membeberkan kronologis kejadian yang menggemparkan itu. Menurut dia, pemberitaan yang muncul saat ini dari korban Panji dinilai sepihak dan terkesan memojokkan pihak keluarga.

Ditegaskan dia, dari hasil penyelidikan sementara, pada kejadian itu sebenarnya putra Bupati Majalengka, Irfan Nur Alam yang diserang segerombolan orang di bawah pimpinan Panji. Bahkan gerombolan itu membawa senjata tajam.

"Kurang lebih ada 20 orang. Saudara Panji membawa anak buahnya akan menyerang rumah putra bupati," terang Arif saat memberikan keterangan pers kepada awak media, Selasa (12/11/2019).

Kala itu, sambung Arif, Panji menanyakan kehadiran Andi Acong terkait soal utang-piutang dengan cara beringas. Kebetulan malam itu Irfan sedang dalam perjalanan pulang dari Bandung menuju Majalengka.

"A Irfan memberitahu agar tidak terjadi keributan atau kegaduhaan di rumahnya di Cijati. Lalu A Irfan mengajak komplotan Panji bertemu di Sakura Cigasong," paparnya seperti ditulis wartawan "Kabar Cirebon", Jejep Falahul Alam.

Dari Bandung, kata Arif, Irfan langsung menuju lokasi. Di sana ternyata sedang terjadi perkelahian massal. Bahkan saat itu ada beberapa di antaranya yang membawa senjata tajam.

"Saat itu A Irfan yang baru datang dari Bandung langsung turun dari mobil. Tapi ia melihat gelagat tidak baik. Saat itu ia secara spontan mengambil senjatanya yang memiliki izin dari Perbakin dan menembakkan ke udara," jelasnya.

Namun disaat bersamaan, ujar Arif, Panji sang kontraktor dan anak buahnya tiba-tiba langsung penyerang Irfan dan mencoba merebut senjatanya.

"Saat itu terjadi tarik menarik senjata dan A Irfan dibantu Handoyo. Saat itu terjadilah perebutan senjata, hingga meletus dan kena ke tangan Panji dan handoyo, teman Irfan. Jadi informasi yang beredar di media saat ini baru sepihak. Ini kronologis yang sebenarnya," ucapnya.


Polres Majalengka sendiri sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Selasa (12/11/2019) pagi. Olah TKP dilakukan di kawasan Ruko Taman Hana Sakura, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka dan dipimpin Wakapolres Majalengka, Kompol Hidayatullah didampingi Kasat Reskrim AKP Wafdan Muttaqin.

"Dari hasil olah TKP ini kami masih melakukan penyelidikan mengenai kronologisnya. Nanti perkembangan selanjutnya akan kami informasikan kepada teman-teman pers," kata Wakapolres saat menggelar jumpa pers.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA