Ratusan Pontren di Jabar Deklarasi Serikat Ekonomi Pesantren

Daerah

Selasa, 12 November 2019 | 19:39 WIB

191112193959-ratus.jpg


EMPAT pondok pesantren (pontren) besar penggagas serikat ekonomi berbasis pesantren, mendeklarasikan Serikat Ekonomi Pesantren di Masjid Al-Fatah Pesantren Idrisiyah Pagendingan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (12/11/2019).

Kepala Divisi Ekonomi Pesantren Idrisiyah, Ahmad Tazzaka Bonanza, bersama Ustad Peri Risnandar dari Pesantren Daruttauhid Bandung dan Ustad Irfan dari Pesantren Al-Itifaq Bogor, membacakan deklarasi yang diikuti oleh ratusan perwakilan pesantren lainnya di Jawa Barat, sekitar pukul 14.41 WIB.

Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM, Prof. Dr. Rully Indrawan, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Oleh Soleh, serta jajaran pejabat Kabupaten Tasikmalaya juga ikut membacakan deklarasi tersebut.

Usai membacakan deklarasi, Akhmad Tazzaka Bonanza dan Peri Risnandar menandatangani sebuah sorban putih yang diikuti oleh Sekretaris Menteri Koperasi UKM, Prof. Dr. Rully Indrawan juga para pejabat lainya untuk dijadikan prasasti.

Kemudian sorban putih tersebut ditandatangani oleh seluruh perwakilan pesantren di Jawa Barat yang hadir, dan ikut mendeklarasikan Serikat Ekonomi Pesantren tersebut hingga sorban yang tadinya putih menjadi penuh dengan tanda tangan.

Akhmad mengatakan, Serikat Ekonomi Pesantren sengaja dideklarasikan pada bulan November karena pada bulan ini banyak momen bersejarah. Selain bertepatan dengan bulan kelahiran Nabi Muhammad juga bertepatan dengan Hari Pahlawan.

"Pada bulan ini banyak sejarah besar terjadi salah satunya hari kelahiran Nabi Muhammad dan Hari Pahlawan, dan sejarah itu akan terus terulang. Sejarah ini kita ukir untuk ekonomi pesantren yang lebih baik," katanya.

Ia menambahkan, para ustad dari berbagai pesantren datang ke Idrisiyah dengan semangat yang tinggi dan ruh kemajuan ekonomi umat. Untuk itu dirinya sangat optimistis jika apa yang digagas saat ini bisa menjadi gerakan besar untuk kepentingan umat Islam ke depan.

Ustad Peri Risnandar menambahkan, untuk kebangkitan umat hanya satu kuncinya yakni berjemaah. Untuk itu semua pesantren di Jawa Barat harus bersatu membangun ekonomi umat.

"Pesantren juara umat sejahtera. Hadirnya serikat ekonomi pesantren salah satu pergerakan ekonomi untuk berkontribusi terhadap kemajuan ekonomi umat," ujarnya.

Wakil ketua DPRD Jawa Barat, Oleh Soleh mengharapkan, gerakan ekonomi pesantren bisa mengangkat derajat pesantren di Jawa Barat terutama dalam bidang kesejahteraan ekonomi. Sehingga pesantren-pesantren kuat secara ekonomi.

Sementara itu, Sekretaris Menteri Koperasi dan UMKM, Prof. Dr. Rully Indrawan mengatakan, pesantren menjadi pilar kemajuan bangsa. Untuk itu pesantren harus kuat secara ekonomi.

"Mari kita bersama-sama mengembangkan kehidupan ekonomi di pesantren agar kehidupan kita bisa bahagia dunia dan akhirat," katanya.

Direktur operasional Tarekat Idrisiyah, Ustad Adang Nurdin mengatakan, mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin lemah. “Kuat di sini, kuat secara intelektual, kuat secara ekonomi dan lainya,” tegasnya.

Kegiatan ekonomi pesantren melalu koperasi ini, bisa menjadi wadah atau media untuk kemajuan dan kekuatan pesantren. Ketika pesantren bersatu maka akan menjadi kekuatan ekonomi yang besar. Dan ketika Jawa Barat bergerak lewat pesantren dan masjid. Maka Indonesia akan menjadi negara Gemah Ripah loh Jinawi atau Baldatun Toyibatun Warrobun Gofur.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA