Pemkab Garut Dukung Penyaluran BPNT Oleh Bulog

Daerah

Selasa, 12 November 2019 | 17:29 WIB

191112172946-pemka.jpg


PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Garut mendukung penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dilakukan oleh lembaga Badan Urusan Logistik (Bulog) yang juga lembaga pangan pemerintah. Namun kendati demikian harus mengutamakan pengusaha yang ada di Kabupaten Garut. Demikian diungkapkan Bupati Garut, Rudy Gunawan, S.H., M.H., Selasa (12/11/2019).

Dikatakan Rudy, dalam urusan bantuan sosial ada SKPD yang langsung menangani yaitu Dinas Sosial (Dinsos) sesuai dengan instruksi Kementerian Sosial RI. "Ya, kita sangat siap penyalurannya melalui Bulog dengan melibatkan perusahaan-perusahaan yang ada di daerah. Kami tidak ingin beras luar masuk ke Kabupaten Garut, sehingga beras yang ada di kita beredar di Kota Garut," ungkapnya.

Namun kendati demikian, Rudy mengaku kesulitan untuk bisa mengeluarkan surat atau Perbup dalam melegalisasikan Bulog. Sebab regulasinya ada di pemerintah pusat. Tetapi Bulog dalam penyaluran BPNT harus ikut berperan terutama dalam menjamin kualitas beras yang akan diterima oleh setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM). "Kita tidak bisa mengeluarkan surat atau SK, kita tidak boleh. Semua harus melalui keputusan menteri. Kita semua pembayaran semua dilakukan BNI tidak ada hal lain lagi, semua kartunya sudah diserahkan pada penerima BPNT," ujarnya.

Ia juga menjelaskan, Kementerian Sosial sudah menunjuk Bulog dalam penyaluran BPNT, dan itu harus diikuti oleh semua pihak termasuk dalam pengawasannya.

"Ya kan Bulog sudah ditunjuk sebagai penyalur oleh Kemensos. Hanya saja Pemkab Garut sangat berharap agar para pengusaha daerah ikut di dalamnya," ucapnya.

Kendati Pemerintan Kabupaten Garut telah mendukung dan mendorong lembaga Bulog sebagai penyalur BPNT. Hal tersebut masih belum berjalan dengan baik, sebab masih banyaknya agen BNI 46 yang ditunjuk sebagai penyalur di tingkat bawah belum semuanya melakukan purchase order (PO) ke Bulog.

Sementara itu, Kepala Gudang GBB Sukagalih Bulog Garut, Suherman Taryana, mengaku, pada periode bulan Oktober beras yang disalurkan melalui Bulog sudah mencapai 500 ton. Padahal jika dilihat dari jumlah penerima BPNT di Kabupaten Garut mencapai 1.000 ton lebih. Menurutnya, hal ini masih banyak agen yang belum melakukan PO ke Bulog Garut.

"Kita terus melakukan sosialisasi pada seluruh agen agar penyaluran dilakukan melalui Bulog," katanya.

Ia menjelaskan, dalam pengadaan beras untuk BPNT, pihaknya sudah mengakomodir seluruh perusahaan daerah sesuai dengan arahan Bupati Garut. Termasuk melakukan cek kualitas beras yang akan disalurkan.

"Kita tetap mengedepankan kualitas beras terbaik atau kategori premium sesuai yang tertuang dalam pedoman umum (Pedum)," katanya.

Ia juga berharap, peranan Pemkab Garut dalam mensukseskan program pemerintah pusat untuk ikut membantu dalam melakukan sosialisasi pada seluruh leading sektor agar program ini tepat sasaran.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA