Wamendes PDTT Mendadak Datangi Desa Siluman di Subang

Daerah

Selasa, 12 November 2019 | 15:32 WIB

191112153259-wamen.jpg

Wamendes PDTT, Budi Arie Setiadi saat berdialog dengan Kades dan staf Desa Siluman di Kecamatan Pabuaran, Subang.


WAKIL Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi mendadak mengunjungi Desa Siluman di Kecamatan Pabuaran, Subang, Selasa (12/11/2019). Selain meyakinkan keberadaan Desa Siluman sekaligus mengecek bantuan yang diterimanya.

Kapala Desa (Kades) Siluman, Warman yang ditemui wartawan mengaku terkejut dengan kedatangan Wamendes PDTT tersebut, sekaligus berterima kasih dan merasa bangga sekali atas kedatangannya karena desanya bukan siluman atau fiktip.

"Kedatangan beliu ke Desa Siluman ini, bertujuan untuk meluruskan terkait masalah Desa Siluman atau Desa fiktip yang menerima anggaran yan beberapa waktu lalu disebutkan oleh Menkeu Sri Mulyani, sehingga menjadi ramai dijagat maya dan juga sekaligus mengecek tentang kebenaran keberadaan Desa Siluman ini,“ jelasnya.

Diakatakan Warman, kalau Desa Siluman adalah desa yang berdiri pada tahun 1908, memang tidak ada bukti otentik tentang pendirian Desa Siluman. Namun itu berdasarkan cerita dari para orang tua kita yang terdahulu. "Adapun sejarah kenapa dinamakan Desa Siluman, dahulu kala ada kali yang bernama Cisiluman, yang kebetulan sekarang sudah dimekarkan menjadi wilayah Desa Kadawung, “ungkapnya.

Soal nama Siluman sendiri, konon ceritanya, setiap pejuang yang bersembunyi dikali yang ada di desa itu, tidak dapat ditemukan oleh penjajah. Itulah garis besarnya tentang sejarah Desa Siluman walaupun tidak ada bukti tapi itulah yang terjadi dan dipercaya sampai sekarang tentang sejarah Desa Siluman.

Wamendes PDTT bersama rombongan tiba sekira pukul 10.10 WIB. Ia mengenakan kemeja putih lengan pendek, dengan terusan celana bahan hitam dan langsung memasuki kantor Desa Siluman, serta mengecek poster anggaran yang dipampang di depan kantor Desa Siluman.

Dirinya merasa yakin kalau Desa Siluman memang ada dan pada tahun 2019 menerima dana desa sebesar Rp 817.615.000. Bahkan Kadesnya pun menjelaskan penggunaannya untuk pembangunan jalan, normalisasi saluran, pelatihan aparatur pemerintah desa, dan pelatihan pencegahan stunting.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA