Duh, Lulusan SMA Dominasi Pengguna dan Pengedar Narkoba

Daerah

Senin, 11 November 2019 | 19:41 WIB

191111194306-duh-l.jpg

Hilmi Abdul Halim/"PR"

Ratusan pelajar SMK swasta di Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta mengikuti sosialisasi bahaya narkoba oleh Polres Purwakarta, Senin (11/11/2019).


PENGGUNA dan pengedar narkoba di Kabupaten Purwakarta didominasi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat. Karena itu, Satuan Narkoba Polres Purwakarta terus melakukan sosialisasi bahaya narkoba ke sekolah-sekolah.

Kondisi itu diakui Kepala Satnarkoba Polres Purwakarta, AKP Heri Nurcahyo berdasarkan hasil penangkapan selama tiga bulan terakhir. "Dari 39 pelaku, 19 orang di antaranya lulusan SMA-SMK sederajat. Itu memang merepresentasikan kondisi di lapangan saat ini," katanya, Senin (11/11/2019).

Heri mengatakan, jumlah lulusan setingkat SMP juga banyak yang menjadi pengguna dan pengedar narkoba. Dari hasil tangkapan yang sama, ia menyebutkan 12 orang di antaranya sempat mengenyam pendidikan hingga SMP dan sederajat.

Sisanya, berasal dari lulusan Sekolah Dasar (SD) lima orang, diploma seorang dan sarjana dua orang. "Artinya, narkoba ini juga dikonsumsi orang-orang berpendidikan atau terpelajar. Sehingga kami pun terus melaksanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah," ujar Heri seperti ditulis wartawan "PR", Hilmi Abdul Halim.

Jajarannya saat ini diakui telah melakukan sosialisasi hampir ke seluruh sekolah tingkat SMP di Purwakarta tahun ini. Sedangkan untuk SMA dan sederajat baru dilakukan di empat sekolah sejak tiga hari lalu secara berturut-turut, mulai dari Kecamatan Maniis, Darangdan hingga Pasawahan.

Selain sosialisasi, personel kepolisian juga melakukan tes urine terhadap sejumlah perwakilan pelajar di masing-masing sekolah yang didatangi. "Hasilnya sejauh ini belum ditemukan ada pelajar yang mengonsumsi narkoba atau obat-obatan terlarang sejenis," tambah Heri.

Menurutnya, generasi muda dan pelajar di Purwakarta menjadi sasaran peredaran narkoba jenis obat-obatan keras dan tembakau gorila. Heri mengungkapkan modus penyebarannya biasa melalui jejaring pertemanan di sekolah maupun di luar sekolah.

Sebelumnya, Kapolres Purwakarta AKBP Matrius menyatakan, 11 dari 17 kecamatan di Purwakarta termasuk zona merah peredaran narkoba. "Narkoba yang diedarkan merupakan jenis atau golongan 1 yakni sabu, ganja dan tembakau gorila," katanya.

Ia menyebutkan jumlah pengungkapan paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Purwakarta hingga 15 perkara selama Agustus-Oktober 2019. Sementara di kecamatan lainnya hanya terungkap 1-2 perkara, seperti Cibatu dan Pasawahan.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA