Aksi Teatrikal Warnai Peringatan Hari Pahlawan di SMKN 1 Garut

Daerah

Senin, 11 November 2019 | 18:34 WIB

191111183534-aksi-.jpg

Agus Somantri

Siswa dan guru SMKN 1 Garut saat menggelar aksi teatrikal memperingati Hari Pahlawan di lapangan SMKN 1 Garut, Jalan Cimanuk, Kabupaten Garut, Senin (11/11/2019).


ADA yang berbeda di SMKN 1 Garut dalam menyambut Hari Pahlawan tahun ini. Selain menggelar upacara bendera, puluhan siswa dan guru di sekolah itu mengadakan aksi teatrikal yang menggambarkan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah.

Membawa senjata dan bambu runcing, sejumlah siswa menunjukkan aksi heroik yang menggambarkan perjuangan rakyat Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan. Sementara, sejumlah siswa lainnya beserta beberapa guru memakai pakaian tentara Belanda.

Dengan menaiki mobil jip, para tentara Belanda tersebut menyerang rakyat Indonesia. Pejuang Indonesia pun melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata berupa bambu runcing. Dalam aksi teatrikal tersebut, para pejuang Indonesia ikut menaiki replika Hotel Yamato untuk merobek bendera Belanda.

Kepala SMKN 1 Garut, Dadang Johar Arifin mengatakan, pihaknya sengaja menggelar aksi teatrikal dalam memperingati Hari Pahlawan ini. Tujuannya untuk memberi pelajaran tentang rasa patriotisme kepada para siswa agar tidak melupakan nilai-nilai sejarah pejuang terdahulu.

"Biar tidak lupa sejarah dan perjuangan para pendahulu. Kemerdekaan ini diraih dengan darah dan nyawa," ujarnya di SMKN 1 Garut, Jalan Cimanuk, Kabupaten Garut, Senin (11/11/2019).

Menurut Dadang, apa yang ditunjukan dalam aksi teatrikal tersebut berasal dari kejadian yang sesungguhnya dan berdasarkan fakta sejarah. Pihaknya melakukan riset tentang cerita perlawanan rakyat Surabaya untuk bisa menceritakan perjuangan sesungguhnya.

"Kami cari-cari literasi dan lihat film dokumenter. Jadi cerita yang kami bawakan ini minimal mendekati sejarah," ucapnya.

Dadang menyebutkan, nilai patriotisme ketatanegaraan harus terus dijaga supaya tidak lupa akan nilai historis. Pasalnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang kuat dan tidak melupakan jasa para pahlawan.

"Karena itu, supaya melekat di seluruh siswa, maka kami serempak mengumpulkan guru sejarah dan berdiskusi melakukan aksi teatrikal mengikuti alur cerita yang mendekati kejadian sesungguhnya," katanya.

Selvy Apriliani (16) salah seorang siswa SMKN 1 Garut, mengaku sangat antusias dan terkesan dengan aksi teatrikal dalam memperingati Hari Pahlawan ini. Ia menilai, peringatan dengan teatrikal bisa lebih menjelaskan makna perjuangan.

"Jadi tahu gambaran sejarah perjuangan para pahlawan dulu. Tadi juga ada simulasi waktu merobek bendera Belanda. Jadi gambarannya seperti itu," ucapnya.

Sementara itu Kapolres Garut, AKBP Dede Yudi Ferdiansah yang menjadi pembina upacara saat peringatan hari Pahlawan di SMKN 1 Garut, menyebutkan perlu adanya peringatan untuk mengenang kembali jasa pahlawan dengan berbagai agenda kegiatan, seperti melakukan upacara bendera di berbagai elemen masyarakat, instansi maupun lembaga.

"Hari Pahlawan bukan acara seremonial semata, namun yang penting syarat makna yang terkandung di dalamnya, bukan hanya sebagai profesi namun substansi menjadi semangat baru di kehidupan sehari hari," ujarnya.

Atas nama institusi, Dede mengapresiasi apa yang dilakukan SMKN 1 Garut yang menggelar teatrikal. Seperti yang tergambar dalam isi cerita tentang makna pahlawan, terang Dede, setiap zaman pasti ada pahlawannya, dan setiap pahlawan pasti berkiprah dieranya. Terkait hal tersebut, lanjut Dede, bangsa Indonesia memerlukan pahlawan baru, begitu pula Kabupaten Garut.

"Kabupaten Garut memerlukan sosok yang berdedikasi dan berprestasi pada bidangnya untuk memajukan negeri ini. Kiprah siswa-siswi inilah yang sangat dibutuhkan sebagai sosok generasi penerus yang mempunyai jiwa patriotisme, pantang menyerah, disiplin dan berkatakter menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidangnya," katanya.

Dede menambahkan, sebagai Kapolres Garut dengan kapasitas sebagai pembina, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, ia perlu menyampaikan pembinaan dan penyuluhan dalam kegiatan menumbuhkan jiwa pahlawan masa kini bagi para pelajar. Karena menurutnya pelajar adalah penerus estafet perjuangan bangsa dan negara, serta menjadi tumpuan majunya bangsa di masa yang akan datang.

"Saya mengajak seluruh pelajar siswa siswi SMKN 1 Garut maupun yang ada di seluruh Indonesia, untuk menjadi pahlawan masa kini, berlombalah dengan prestasi yang membanggakan dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan karena kalian adalah penerus estafet perjuangan bangsa dan negara, menjadi tumpuan majunya bangsa di masa yang akan datang," ucapnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA