Bupati Sumedang Setuju Adanya Tuntutan Perbaikan Nasib Buruh

Daerah

Senin, 11 November 2019 | 18:22 WIB

191111182321-bupat.jpg


BUPATI Sumedang H. Dony Ahmad Munir menyatakan, pihaknya telah menerima sejumlah aspirasi  dan setuju atas  perjuangan para buruh untuk memperbaiki nasib mereka.

Hal itu disampaikan Bupati saat menyambut kedatangan ratusan buruh di Gedung Induk Pusat Pemerintah (IPP)  Kab. Sumedang, Senin (11/11/2019). "Intinya, kami menyetujui dengan apa yang  diperjuangkan para buruh untuk memperbaiki nasibnya," tandas Dony.

Sementara itu, ratusan buruh yang terhimpun dalam  Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Persatuan Perjuangan Pekerja Seluruh Indonesia (PEPPSI), Gabungan Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (GOBSI), Serikat Pekerja Nasional (SPN), datang ke IPP  secara bergelombang dengan menggunakan mobil dan motor.

Meski berlangsung tertib,  petugas dari Polres Sumedang serta Satpol PP, mengawal kegiatan  mereka hingga usai.

Ketua DPC SPSI Sumedang, Guruh Hudhyanto, mengatakan, kedatangan mereka bertujuan untuk menyampaikan aspirasi  kepada Bupati Sumedang, menjelang ditetapkan Upah Minimum Kerja (UMK) oleh Gubernur Jabar.

Selain itu, mereka juga menyampaikan penolakan terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 21 tahun 2016 tentang Kebutuhan Hidup Layak (KHL) untuk dijadikan  dasar  penetapan UMK Kab. Sumedang tahun 2020.

"Selain itu, kami juga menolak adanya Upah Minimum Padat Karya (UMPK) atau Upah Khusus di Sumedang.  Sebab, nilainya lebih kecil dari UMK,  sehingga hal itu bertentangan dengan pasal 9 Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 terlebih, UMPK tidak ada dasar landasan hukumnya," kata Guruh.

Mereka berharap,  Pemkab Sumedang melalui Bupati, harus menetapkan dan merekomendasikan UMK Tahun 2020 kepada Gubernur Jabar, naik sebesar 18,5 persen dari UMK tahun 2019 atau senilai Rp 3.415.239,56," terangnya. "Kami berharap, Pak Bupati dapat membantu perjuangan parah buruh. Setidaknya dapat merekomendasikan kenaikan UMK Tahun 2020 yang akan ditetapkan kurang lebih sepekan ke depan, sebesar 18,5%," tandasnya.

Setelah aspirasinya diterima Bupati Sumedang, ratusan buruh akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA