Refleksi Hari Pahlawan, Mahasiswa Ciamis Tolak Kenaikan Iuran BPJS

Daerah

Senin, 11 November 2019 | 14:51 WIB

191111143305-refle.jpg

Pepi Irawan


MAHASISWA Aliansi Mahasiswa Ciamis Raya merefleksikan diri hari pahlawan dengan aksi demonstrasi di Sekretariat Daerah Ciamis, (11/11/2019). Dalam  menyoroti terkait  kenaikan iuran BPJS.

Para mahasiswa menyebut, 10 November diperingati sebagai hari pahlawan nasional. Namun saat ini masih banyak kesewenang-wenangan oknum pemerintah baik di nasional maupun daerah dalam menjalankan amanah. Hal ini tidak selaras dengan nilai semangat pahlawan yang berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan.

"Maka saya selaku koordinator Aliansi Mahasiswa Ciamis Raya bermaksud ingin menyuarakan semangat kemajuan dan kesejahteraan masyarakat," ujar Dewan Eksekutif Mahasiswa STAI Al Maarif Lukman Nul Hakim.

Dalam tuntutannya, mahasiswa secara tegas menolak adanya kenaikan iuran BPJS. Mengingat 60 persen pengguna BPJS adalah masyarakat miskin. Mahasiswa juga menuntut Pemkab Ciamis dan DPRD Ciamis untuk serius menanggulangi angka kemiskinan.

"Kami menolak kenaikan iuran BPJS kesehatan. Menuntut pemerintah eksekutif dan legislatif untuk serius menanggulangi angka kemiskinan di Ciamis," ucapnya

Selain menyoroti kenaikan BPJS, mahasiswa juga meminta kejelasan kerancuan data penanggulangan angka kemiskinan yang tidak sinkron antar RPJMD, dan plafon prioritas anggaran sementara 2020.

"Menuntut pemerintah eksekutif dan legislatif untuk meninjau ulang dan meminta kejelasan anggaran penyediaan makan dan minum sebesar Rp2,9 miliar di Raperda APBD, nota keuangan Raperda APBD 2020 yang melebihi batas rancangan PPAS 2020 sebesar Rp2 miliar," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra mengapresiasi mahasiswa Ciamis yang kritis dan kental dengan idealis. Menanggapi tuntutan mahasiswa soal kenaikan BPJS kesehatan. Menurut Yana, saat ini utang BPJS ke RSUD Ciamis sudah mencapai Rp30 miliar.

"Soal BPJS kita sepakat, karena kita pun dalam tanda petik jadi korban juga. Hutan BPJS kesehatan ke RSUD Ciamis mencapai Rp 30 miliar. Sementara masyarakat harus tetap dilayani, obat harus tersedia dan lainnya. Upaya kita akan mengajukan pinjaman kepada pihak ketiga supaya masyarakat bisa terlayani," ujar wakil bupati Yana.

Terkait dengan anggaran Pemkab Ciamis, semakin hari semakin sehat. Belanja pegawai lebih kecil dibanding belanja langsung. Belanja pegawai saat ini 42 persen, sedangkan pembangunan 58 persen.

"Ini bentuk komitmen kami lebih memprioritaskan pembangunan masyarakat. Anggaran pembangunan akan lebih besar," katanya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA