450 Ha Lahan Cagar Alam dan TWA Gunung Papandayan dan Kamojang Dirambah

Daerah

Kamis, 7 November 2019 | 20:30 WIB

191107203244-450-h.jpg


KEPALA Seksi Konservasi Wilayah V Garut pada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat, Dodi Arisandi, mengatakan saat ini perambahan hutan di kawasan cagar alam (CA) dan Taman Wisata Alam (TWA) di kawasan Gunung Papandayan dan Kamojang sudah mencapai 450 hektare.  


Menurut Dodi, kawasan konservasi yang dilindungi berdasarkan undang-undang itu kebanyakan dirusak untuk kemudian dijadikan lahan bertani oleh sejumlah oknum yang tidak berrtanggung jawab.

"Dampak dari pada perambahan ini, hutan kita kita akan rusak dan bisa menimbulkan bahaya besar. Bahkan sumber mata air juga akan hilang," ujarnya, Kamis (7/11/2019).  

Dodi pun berharap, para oknum yang masih memanfaatkan kawasan konservasi sebagai lahan untuk kegiatan bertani atau berkebun, maka yang bersangkutan harus segera meninggalkannya.  

Dodi menyebutkan, seriring dengan upaya pemetaan kawasan konservasi yang dijadikan lahan perkebunan, maka BKSDA akan memberikan waktu bagi mereka untuk meninggalkan kawasan konservasi yang dipakai untuk bercocok tanam.

"Selama satu bulan ke depan kita akan berikan sosialisai. Jika tetap membandel, maka akan ada langkah hukum," ucapnya.

Dodi menuturkan, jika mau menggarap lahan pertanian seperti sayuran, buah-buahan dan lainnya, maka warga bisa masuk ke Perhutanan Sosial yang berada di bawah Perum Perhutani. Ia menegaskan, kawasan konservasi CA tidak bisa digunakan untuk lahan pertanian, apalagi dijadikan pemukiman.  

"Adapun TWA hanya diperbolehkan dalam memanfaatkan potensi kawasan. Itupun tanpa mengurangi atau mengubah fungsi kawasannya," katanya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA