Truk Boks Bermuatan Air Mineral Terjun ke Jurang Sedalam 100 Meter

Daerah

Rabu, 6 November 2019 | 20:08 WIB

191106200931-truk-.jpg


 SEBUAH truk boks bermuatan air mineral kemasan gelas mengalami kecelakaan dan terjun bebas ke jurang sedalam 100 meter di Tanjakan Panganten, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Rabu (6/11/2019).

Kapolsek Pamulihan, Iptu Saef Balya mengatakan, kecelakaan tunggal tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, tepatnya di Jalan Raya Cisandaan Tagogan atau biasa disebut Tanjakan Panganten, Desa Halimun, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut. Kecelakaan diduga akibat rem kendaraan yang tiba-tiba blong saat melewati turunan Tanjakan Panganten.

"Kendaraan yang terlibat kecelakaan truk boks warna silver bernomor polisi B 9113 TXU.   Saat kecelakaan truk boks tengah mengangkut air mineral dalam kemasan gelas," ujarnya, Rabu (6/11/2019).

Menurut Saef, kecelakaan bermula saat truk boks yang dikemudikan Edi Rustandi (32), warga Ciranjang, Kabupaten Cianjur itu melaju dari arah Garut menuju Halimun. Namun saat melintasi turunan Tanjakan Panganten, diduga rem kendaraan mengalami blong sehingga tak bisa dikendalikan.   

"Sehingga akhirnya truk masuk jurang sedalam 100 meter. Akibat kejadian tersebut, pengemudi mobil truk boks mengalami luka di bagian kepalanya," ucapnya.

Saef menyebutkan, sebelum masuk ke jurang, kendaraan tersebut sempat menghantam bronjong yang belum lama dibangun oleh Satlantas Polres Garut di sekitar lokasi tersebut. Namun akibat kencangnya laju kendaraan yang berada di turunan menyebabkan kendaraan pun tetap terjun bebas ke dalam jurang.

Saef menuturkan, saat ini pengemudi kendaraan nahas tersebut sudah berhasil dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Cisandaan untuk mendapatkan perawatan. Sedangkan kendaraan yang digunakan masih dalam upaya evakuasi dari jurang sedalam 100 meter itu.

Saef menambahkan, berdasarkan keterangan yang diterimanya, korban diketahui baru pertama kali melewati Tanjakan Panganten, sehingga tidak terlalu menguasai medan.

"Kalau mobilnya memang sering terlihat melintasi jalur ini, tapi sopirnya baru," katanya.

Dengan adanya kejadian tersebut, Saef pun mengimbau kepada seluruh pengendara agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat melewati tanjakan dan turunan di Tanjakan Panganten. Sebab dengan kondisi jalan yang berkelok dan kemiringan yang mencapai 45 derajat, bisa memicu terjadinya kecelakaan jika lengah sedikit saja.

"Jadi saya imbau bagi para pengendara yang akan melintasi kawasan (Tanjakan Panganten) tersebut agar selalu waspada. Jangan sampai merasa aman dan biasa-biasa saja. Apalagi yang belum mengenal betul medan di sana," ucapnya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA