Muncul Pergerakan Tanah, Warga Cikupa Sukabumi Diungsikan

Daerah

Rabu, 6 November 2019 | 11:00 WIB

191106110147-muncu.jpg

Ahmad Rayadie/PR


PETUGAS Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Rabu (6/11/2019) mengimbau agar warga di Kampung Cikupa RT 22/03, Desa Pagelaran, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi waspada. Bahkan dibantu personil tentara, polisi dan warga, para relawan telah mengevakuasi 7 dari 33 kepala keluaga warga mengungsi.

Wartawan PR, Ahmad Rayadie melaporkan, pergerakan tanah yang telah berlangsung kurang sepekan. Hal itu semakin mengkhawatirkan meluas usai hujan mengguyur Sukabumi. Potensi pergerakan yang kini tidak hanya merusakan rumah warga.

Tapi pergerakan tanah menyebabkan sarana jalan penghubung rusak berat.  Akibatbyanya, jalan kini tidak bisa dilalui berbagai jenis kendaraan roda dua dan empat. Begitupun lahan persawahan yang mencapai 1.600 meter amblas.

"Badan jalan tidak hanya hancur akibat pergerakan tanah  sehingga tufak.bisa dilalui berbagai jenis endraan roda dua dan empat. Bahkan akibat pergerakan tanah menyebabkan rumah warga rusak berat dan ringan. Sementara warga yang diperkirakan mencapai 23 jiwa diimbau mengungsi," kata warga, Suhendi.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan Cibadak (P2BK), Daming Supriyatna mengatakan telah berkoordinasi dan telah mengirimkan personil membantu warga.

"Pergerakan tanah dipicu hujan deras dan mengibatkan terputusnya jalan penghubung Kampung Sindangresmi menuju Kampung Porki. Jalan sepanjang 30 m dan kedalaman 8 m amblas,"katanya.

Koordinator Pusat Pengendalian.dan Operasional, Badan Penanggulangan Bendcana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengatakan telah menurunkan petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan Cibadak (P2BK) untuk melakukan pendaraan. Bahkan petugas untuk seksama memantau lokasi pergerakan secara intensif.

"Setelah mendapat laporan, petugas tidak hanya membantu proses evakuasi dibantu personil kecamatan dan warga. Tapi memantau untuk  mengantisipasi bencana susulan," katanya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA