Buntut Tewasnya 7 Pemuda, Polisi Amankan Terduga Peracik Miras Oplosan

Crime Story

Minggu, 26 Januari 2020 | 17:31 WIB

200126172934-buntu.jpg

swara-semesta

ilustrasi

KORBAN minuman keras (miras) oplosan di Tasikmalaya bertambah menjadi 21 orang, dan berasal dari tiga kelompok berbeda. Mereka menggelar pesta menenggak alkohol oplosan itu di tiga tempat berbeda.

Dari 21 korban, 7 di antaranya merupakan kelompok Ceumceum, asal dari Kecamatan Leuwisari, 10 orang dari kelompok Cigadog, Kecamatan Leuwisari dan 4 orang lainnya dari kelompok Kecamatan Sariwangi.

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Dony Eka Putra menyebutkan, pihaknya memastikan total korban meninggal akibat minuman racikan berjumlah tujuh orang. Korban yang belum terdata meninggal inisial DV warga Cigadod Leuwisari.

Diungkapkan Dony, korban menenggak racikan alkohol 70 persen dan 96 persen yang dioplos dengan minuman bernergi dan air mineral. Mereka minum di tiga tempat berbeda serta kelompok berbeda.

"Kelompok satu di kawasan Ceucem Leuwisari berjumlah tujuh orang. Sisanya Kelompok dua di kawasan Sariwangi dan kelompok tiga di kawasan Cigadog Leuwisari," katanya, Minggu (26/1/2020).

Dari ketiga kelompok pemuda tersebut tidak ada acara ulang tahun atau gelaran apapun. Mereka hanya menggelar pesta minum-minum alkohol oplosan dengan spontanitas dan terjadi di tiga lokasi yang berbeda.

"Korban atasnama Rendi warga Leuwisari yang tewas Rabu (23/1/2020) malam yang sempat dikabarkan meninggal karena miras dipastikan meninggal karena sakit, pasalnya, tidak ada keterangan dari korban manapun yang menyebutkan Rendi terkait tiga kelompok yang pesta ini ditambah hasil rekam medis," katanya.

Hingga saat ini tersisa dua orang yang menjalani perawatan medis di RSUD SMC Tasikmalaya. Setelah kematian tujuh pemuda itu, lanjut Doni, Polres Tasikmalaya mengamankan dua orang terduga peracik alkohol oplosan, Sabtu (25/1/2020) malam. Keduanya yakni O warga Kecamatan Leuwisari dan A warga Kecamatan Sariwangi. Mereka berasal dari kelompok berbeda.

O berasal dari kelompok Selawangi Kecamatan Sariwangi yang menyebabkan tiga nyawa melayang. Sementara A berasal dari kelompok Ceumceum, Leuwisari yang menewaskan dua pemuda.

"Kami amankan korban sekaligus terduga yang diduga peracik minuman alkohol dan minuman berenergi. Hingga kini masih terus dimintai keterangan," ujarnya.

Dikatakan Dony, polisi juga tengah memburu seorang warga yang menjual alkohol 70 dan 96 persen. "Saya minta doanya, semoga penjual alkoholnya segera bisa diamankan," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA