Polisi Tembak Pembegal Taksi Online di Majalaya

Crime Story

Rabu, 15 Januari 2020 | 13:36 WIB

200115133756-polis.jpg

Engkos Kosasih

TIM gabungan dari Reskrim Polresta Bandung, Polda Jabar dan Polsek Majalaya berhasil meringkus pelaku pencurian dengan kekerasan (begal), AR alias Apep (28), Rabu (15/1/2020). Korbannya yaitu sopir taksi online.

Dari tangan pelaku warga Kampung Rajadesa Desa Cipaku Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung, polisi berhasil mengamankan satu unit mobil Cayla nopol D-1211-AHA, 1 bilah golok dan empat handphone, tiga handphone di antaranya milik korban dan satu lagi milik saksi.

Korban begal tersebut, yakni Didi Supriadi (48) warga Dusun Tagerang Desa Sunia Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka. Akibat aksi begal itu, korban Didi mengalami luka bacok di kepala hingga tiga kali bacokan, selain luka bacok di tangan kanan dan luka tusuk di perut.
Selain meringkus AR, polisi juga menciduk salah seorang penadah satu buah handphone milik korban, Didi Supriadi yang sempat dijual tersangka AR kepada penadah tersebut.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Setiawan melalui Kapolsek Majalaya Kompol Laurensius Napitupulu menegaskan, saat hendak dilakukan penangkapan terhadap tersangka AR alias Apep di Jalan Anyar Majalaya, tersangka sempat melakukan perlawanan. Polisi dengan terpaksa melakukan tindakan tegas dengan cara menembak pelaku pada bagian kakinya, setelah sebelumnya diberikan peringatan namun tak mengindahkannya.

"Saat hendak ditangkap, tersangka melakukan perlawanan. Karena membahayakan, anggota kita melumpuhkan pelaku," kata Laurensius kepada wartawan di Mapolsek Majalaya Jalan Raya Babakan Majalaya.

Kapolsek menduga, pelaku sudah beberapa kali melakukan aksi serupa, dengan cara melakukan pencurian kekerasan dan melukai korbannya.

"Hasil pemeriksaan, aksi pelaku spontan. Pengakuannya  butuh uang untuk keluarganya," jelasnya.

Sebelum menciduk dan meringkus tersangka, lanjut Laurensius, sebelumnya polisi menemukan mobil milik korban di kawasan Rajadesa Kecamatan Paseh.

"Mobil tersebut sempat ditinggal pelaku. Bahkan saat petugas kita menemukan mobil tersebut tidak langsung diamankan, melainkan terus dipantau dengan harapan pelaku kembali ke mobil milik korban yang dicurinya. Namun pelaku tak kunjung kembali," katanya.

Kemudian, lanjut Laurensius, pada Jumat (10/1/2020), polisi mendapat kabar bahwa pelaku kembali ke Jalan Anyar Majalaya.

"Kemudian anggota kita melakukan penangkapan," katanya.

Modus operandi yang dilakukan tersangka AR ini, lanjut Laurensius, pada 26 Desember 2020 malam lalu, tersangka memesan taksi online Gocar dari kawasan Pasar Induk Caringin Kota Bandung, yaitu dengan tujuan Majalaya.

"Sampai di Jalan Anyar Tarikolot Majalaya sekitar pukul 03.30 WIB, pelaku minta berhenti alasan mau kencing. Tiba-tiba pelaku membacok kepala bagian belakang korban tiga kali," katanya.

Setelah itu, katanya, korban sempat keluar mobil dan pelaku kembali membacok korban, namun korban berusaha melawan dengan cara menakis hingga mengalami luka dibagian tangan kanannya. Kemudian, pelaku sempat menusuk perut korban.

"Pelaku terus mengancam korban akan menembaknya dan korban lari ke warga. Pelaku pun menguasai mobil korban berikut membawa tiga unit handphone milik korban. Korban pun langsung melaporkan kejadian itu kepada kita dan tim gabung langsung memburu pelaku dan menangkapnya," ujarnya.

Sementara itu, sopir Gocar yang merupakan korban begal Didi Supriadi mengatakan, menjadi sasaran begal atau pelaku pencurian kekerasan setelah dirinya mendapatkan orderan dari konsumen di kawasan Pasar Caringin Kota Bandung tujuan Majalaya.

"Pelaku naiknya di kawasan Pasar Caringin Bandung. Saat di lokasi, pelaku minta berhenti karena mau buang air kecil. Tapi dia tiba tiba langsung membacok kepala saya bagian belakang. Dia membacok sampai tiga kali. Saya berusaha melawan dan sempat memegang golok pelaku, sampai tangan saya terluka karena golok yang sempat dipegag kembali lepas," aku Didi.

Saat dibacok pelaku, Didi mengatakan, dirinya sempat melawan dan keluar dari dalam mobil yang dikendarainya. Saat berada di luar mobil, katanya, pelaku membabi buta dan terus berusaha membacok.

"Saya sempat menangkisnya, sampai mengalami luka di bagian tangan kanan. Saya pun berusaha menyelamatkan diri dan lari ke arah rumah warga. Sementara mobil dibawa kabur palaku," ujarnya.

Saat melakukan aksinya, kata Didi, pelaku duduk di belakang dirinya. Ia pun tak curiga terhadap pelaku, dan sebelumnya tak melihat pelaku bawa golok.

"Tadinya agak takut, tapi si pelaku bawa sayuran. Bahkan saya mau cancel dan membatalkannya. Bahkan saya sempat ngobrol dengan pelaku," katanya.

Didi pun turut berterima kasih dan mengapresiasi tugas kepolisian karena berhasil meringkus pelaku begal tersebut. "Saya berharap, pelaku dapat hukuman setimpal atas perbuatannya itu," katanya.

Tersangka AR alias Apep mengaku, aksi begal yang dilancarkannya itu merupakan yang pertama kali.

"Yang pertama," akunya.

Atas perbuatannya itu, tersangka AR alias Apep dijerat pasal 365 KUH Pidana tentang pencurian dengan kekerasan dan diancam hukuman penjara paling lama 12 tahun penjara.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA