Bacok Pelajar SMA, Pelaku Diimbau untuk Menyerahkan Diri

Crime Story

Senin, 13 Januari 2020 | 13:00 WIB

200113125744-bacok.jpg

Remy Suryadie

KASAT Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Galih Indragiri mengimbau bagi pelaku pembacokan terhadap pelajar SMA di Jalan Muhammad Yunus, Kota Bandung, dan menjadi viral di media sosial, agar segera menyerahkan diri. Jika tidak diindahkan, maka polisi pun tidak akan segan segan memberikan tindakkan tegas.

"Untuk kasus pembacokan di Cicendo, sedang kami upayakan untuk mengungkap dalam waktu dekat. Kami mengimbau para pelaku untuk kooperatif, kalau tidak kami akan melakukan tindakan tegas," tegas Galih mewakili Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Senin (13/1/2020).

Masih dikatakan Galih, pihaknya telah mengantongi nama dan alamat pelaku. dengan begitu alangkah baiknya segera menyerahkan diri.

"Kita pun sudah mengantongi identitas (pelaku) ini menjadi kasus yang viral, makanya kami harapkan para pelaku menyerahkan diri," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa pembacokan tersebut terekam CCTV dan viral di media sosial pada Jumat (10/1/2020). Dalam rekaman terlihat dua pria berboncengan dalam sepeda motor.

Tiba-tiba mereka menghadang rombongan pengendara motor yang diketahui hendak pulang seusai futsal. Setelah menghadang, pelaku terlihat menyerang dengan senjata tajam diduga golok. satu orang terluka akibat sabetan senjata tajam.

Sejauh ini, Galih mengaku sudah meminta keterangan dari korban. Korban mengaku tidak mengetahui motif dari pelaku, karena merasa tidak memiliki masalah dengan siapapun.

"Korban masih menyampaikan hal yang sama," teran Galih.

Korban pembacokan bernama Adtiya. Ia sedang menjalani proses pemulihan usai dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) selama satu hari.

"Sekarang sudah mulai membaik, cuman aktivitasnya masih terbatas. Yang luka bagian kepala dan punggung akibat sabetan," kata Septian, kakak dari Aditya.

"Yang bonceng adik saya kondisinya sudah membaik. Tangannya cedera tergores habis jatuh," ia melanjutkan.

Ia mengungkapkan, saat peristiwa terjadi, adiknya bersama rombongan enam motor hendak pulang setelah futsal. Saat di jalan, berpapasan dengan pelaku. Itu terjadi di tempat yang tak terekam CCTV.

Tiba-tiba, pelaku memutar balik kendaraannya, masuk ke rombongan dan melakukan hadangan sambil mengeluarkan senjata.

"Adik saya sempat mengelak ya pertama oleng  dan jatuh. dia nyelamatin motor, pas mau kabur dia kena bacokan. Adik gak kenal siapa pelaku soalnya wajah tertutup masker dan pake helm," kata dia.

"Adik saya bilang ga punya masalah apapun. Tapi ini sudah meresahkan yah. Makanya saya lapor polisi biar pelakunya cepat ditangkap," pungkasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA