Narapidana di 44 Lapas Kendalikan Peredaran Narkoba di Indonesia

Crime Story

Kamis, 12 Desember 2019 | 01:37 WIB

191212005847-narap.jpg

Ilustrasi.

SEJUMLAH narapidana di 44 lembaga pemasyarakatan (lapas) mengendalikan peredaran narkoba di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Arman Depari di Kantor BNNP Sumut, Jalan Williem Iskandar, Deli Serdang, Rabu (11/12).

"Para napi itu masih mampu mengendalikan peredaran narkoba di luar. Pada tahun 2017 ada 20-29 lapas yang teridentifikasi terkait dengan peredaran narkoba. Tetapi laporan terakhir, ada 44 lapas," ungkapnya.

Arman mengaku telah menyampaikan kepada pihak lapas tentang napi di lapas yang mengendalikan peredaran narkoba di luar.

Ia pun mempertanyakan upaya lapas dalam mengurangi peredaran narkoba tersebut. "Berarti ada peningkatan, ada kenaikan dan oleh sebab itu menjadi pertanyaan kita. Apa yang sudah dilakukan (lapas) karena selama ini kami belum menerima feedback tentang upaya dari lapas untuk mengurangi peredaran narkoba yang dikendalikan napi binaan lapas," terang Arman.

Menurut Arman, Sumut merupakan daerah dengan pengguna narkoba terbesar nomor dua di Indonesia. Narkoba jenis sabu-sabu yang diungkap di wilayah Sumut mayoritas melibatkan jaringan narkoba internasional.

"Jadi tetap sama, pemasoknya dari Malaysia sindikat internasional, dari Malaysia kepada sindikat lokal dari Indonesia. Medan salah satu gudang yang terbanyak narkoba untuk dikirim ke wilayah-wilayah di Indonesia," paparnya.

BNN baru-baru ini menangkap Zul, seorang tukang becak saat melintas di Jalan Letda Sujono Medan dengan barang bukti dua bungkus sabu-sabu. Pengembangan kasus dilakukan dengan menggeledah di rumahnya di Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung. Dari rumah tersebut, petugas menemukan sebanyak 60 kilogram sabu-sabu dan uang tunai sebanyak Rp60 juta dengan pecahan Rp5.000-Rp100.000.

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA