Mengaku Kenal Luhut Pandjaitan, R Tipu Sejumlah Korban Hingga Miliaran

Crime Story

Jumat, 6 Desember 2019 | 10:29 WIB

191206103246-menga.jpg

MENGAKU kenal sejumlah penjabat, seorang warga, R menipu dengan modus investasi. Dalam praktik penipuannya, ia mengajak korbannya untuk berinvestasi dalam bidang penambangan pasir.

Salah satu korbannya yaitu Wijoyo. Korban tertipu hingga Rp5 miliar. Atas hal yang menimpanya, ia pun melaporkan kepada Polda Jabar.

Wijoyo mengaku mengenal R lewat koleganya pada pertengahan 2016 lalu. Saat itu Royse mengaku memiliki sebidang tanah yang digunakan penambangan pasir. Wijoyo menyebut lokasinya berada di daerah Cimangkok yang merupakan perbatasan Cianjur dan Sukabumi.

"Waktu itu dia mengaku kenal juga dengan beberapa penjabat publik, seperti Bapak Luhut Binsar Pandjaitan, Hary Tanoesoedibjo, Ahmad Heryawan, Wiranto, dan sejumlah penjabat lainnya," kata Wijoyo, Jumat (6/12/2019).

R menawarkan untuk berinvestasi di tambang pasir miliknya itu. Wijoyo mengaku tergiur untuk berinvestasi karena diiming-imingi keuntungan.

"Dia waktu bawa proposal mengenai potensi keuntungan yang bisa didapat dari penambangan tersebut," ucapnya.

Karena dianggap aman dan menguntungkan, Wijoyo pun menyerahkan sejumlah uang, sebagai tanda jadi untuk berinvestasi.

Wijoyo mengaku menyerahkan uang senilai 5 miliyar rupiah sebagai tanda jadi  investasi dengan didampingi notaris sebagai pendamping hukum transaksi investasi tersebut.

Setelah uang di berikan, selang beberapa waktu baru diketahui, jika tanah tambang pasir yang disebut-sebut milik R bukanlah milik dia.

Bahkan sejumlah keuntungannya yang ditawarkan R pun tak pernah sedikit pun diterima Wijoyo. "Karena itu kita laporkan ke Polda Jabar. Saat ini informasinya sudah dilakukan proses penahanan dan pemberkasan," kata Wijoyo.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyebutkan, kasus penipuan investasi tambang pasir tersebut, telah rampung pemberkasan. Polisi juga telah kordinasi dengan kejaksaan terkait kelanjutan proses hukumnya.

"Sudah P21 yah, berarti tinggal tunggu waktu sidangnnya saja," kata Truno.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA