Polres Karawang Sita 80 Kg Ganja Siap Edar dari Apartemen dan Tempat Kos

Crime Story

Selasa, 3 Desember 2019 | 13:19 WIB

191203132050-polre.jpg

Dodo Rihanto/PR


SATUAN Reserse Narkoba Kepolisian Resor Karawang menyita 80 kilogram ganja kering siap pakai dari dua tempat berbeda. Polisi juga membekuk empat tersangka pengedar barang haram tersebut.

Lokasi pertama penyitaan ganja kering itu dilakukan di apartemen Sentraland Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur. Dari satu tempat hunian, polisi menemukan ganja kering seberat 3 kilogram lebih yang telah dikemas dalam berbagai ukuran.

"Di lokasi itu polisi mengkap tiga pemilik ganja yakni NR, B, dan RR. Berdasarkan KTP-nya mereka adalah warga Karawang," ujar Kepala Polres Karawang, Ajun Komisaris Besar Arif Rachman Arifin didampingi Kasat Narkoba Ajun Komisari Agus Susanto, saat mengekapose kasus itu di halaman Mako Polres setempat, Senin (3/12/2019).

Menurut Arif, penyitaan narkoba jenis ganja berikut tiga pengedarnya itu hasil dari penyelidikan anggotanya yang cukup lama dan panjang. Barang haram itu diperoleh para tersagka dari wilayah Lampung.

Wartawan PR, Dodo Rihanto melaporkan, tak puas atas temuan itu, polisi terus melakukan pengembangan kasus tersebut. Akhirnya, pada 27 November 2019, polisi menggrebek sebuah rumah kos di Gang Gope, Kelurahan Tanjungmekar Kecamatan Karawang Barat. Di lokasi itu polisi menemukan ganja kering seberat 75,5 kilogram yang dikuasai tersangka Meg alias Mehong.

"Ganja sebanyak itu dikemas menggunakan lakban coklat sebanyak 68 bungkus. Tersangka juga telah merencah ganja   dalam kemasan lebih kecil sebanyak 15 bungkus menggunakan koran bekas," tutur Arif.

Dari hasil pemeriksaan sementara, para tersangka mengaku memasarkan barang haram itu kepada warga sekitar. Para  tersangka menyatakan ganja sebanyak itu bisa habis dalam tempo sebulan.

"Ganja sebanyak ini bukan untuk stok tahun baru. Tapi untuk dijual sebulan ke depan," kata Arif.

Ia menjelaskan, ganja kering itu dipasok dari wilayah Sumatera menggunakan jasa penitipan dan pengiriman barang. Namun demikian, polisi belum menemukan adanya keterlibatan pihak jasa pengiriman barang.

"Para tersangka kami jerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 111 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun  dan maksimal seumur hidup atau hukuman mati," kata Kapolres.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA